Tak Cukup Infrastruktur, FKPT Ingatkan Ancaman Ideologi di Ruang Digital
SURABAYA, Nawacita – Ambisi besar pembangunan Jawa Timur 2027 kembali ditegaskan melalui forum Musrenbang RKPD. Namun, di tengah dorongan pertumbuhan ekonomi berkualitas, isu ketahanan sosial terutama di ruang digital mulai mencuat sebagai tantangan yang tak bisa diabaikan.
Dengan kontribusi ekonomi mencapai sekitar 14,40 persen nasional, Jawa Timur diposisikan sebagai motor penggerak ekonomi sekaligus gerbang kawasan timur Indonesia.
Namun, tekanan global seperti konflik geopolitik, perubahan iklim, hingga disrupsi teknologi menjadi tantangan nyata.
Di tengah narasi pembangunan tersebut, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Jawa Timur mengingatkan bahwa ketahanan sosial digital perlu mendapat perhatian serius.
Baca Juga: Ambisi “Pertumbuhan Berkualitas” 2027, Jatim Diuji Realitas Fiskal
Ketua FKPT Jatim, Husniyatus Salamah Zainiyati, mengajukan empat usulan strategis. Hal tersebut Ia tegaskan pada saat menghadiri Musrenbang RKPD Pemprov Jatim, Selasa (14/4/2026).
“Mulai dari penguatan digital parenting dalam keluarga, peningkatan kolaborasi keamanan siber, hingga pemanfaatan duta damai dan influencer lokal untuk menyebarkan narasi moderasi,” ucap wanita yang sering disapa Salamah itu.
Tak kalah penting, FKPT juga mendorong pembentukan “safe zone” di sekolah dan pesantren sebagai ruang aman bagi penguatan karakter generasi muda.
“Pendekatan komunitas dan media sosial menjadi kunci menjaga ketahanan ideologi di era digital,” tegasnya.
Usulan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak cukup hanya bertumpu pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi.
“Di era digital, ancaman terhadap kohesi sosial dan ideologi juga bergerak cepat sering kali tanpa terlihat,” Pungkas Salamah.
(Alus)



