Pantangan Saat Perayaan Nyepi di Bali, Wisatawan Harap Patuhi
JAKARTA, Nawacita – Pantangan Saat Perayaan Nyepi di Bali, Hari Raya Nyepi pada 2026 akan jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026. Perayaan Tahun Baru Saka 1948 ini berlangsung selama 24 jam penuh, dimulai dari pukul 06.00 WITA pada hari Nyepi hingga pukul 06.00 WITA keesokan harinya.
Seluruh kegiatan di ruang publik dihentikan, mulai dari operasional bandara, lalu lintas di jalan raya, hingga aktivitas di toko, pusat perbelanjaan, dan tempat wisata. Bahkan wisatawan yang berada di Bali juga diminta tetap berada di tempat penginapan selama Nyepi berlangsung.
Sesuai namanya, pelaksanaan Nyepi membuat umat Hindu berdiam diri di tempat tinggalnya. Momentum ini dimanfaatkan untuk bermeditasi, melakukan perenungan, serta mengevaluasi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.
Baca Juga: Berikut Daftar Ucapan Selamat Hari Raya Nyepi 2020
Ada empat pantangan yang wajib dipatuhi oleh umat Hindu, yakni Catur Brata Penyepian. Catur Brata Penyepian adalah pantangan yang wajib dilaksanakan dan dipatuhi umat Hindu, yakni amati karya, amati geni, amati lelungan, dan amati lelanguan. Lalu, apa saja larangan saat Hari Suci Nyepi?
1. Amati Geni
Dalam Bahasa Bali, geni memiliki arti api. Dengan demikian, Amati Geni adalah larangan bagi umat Hindu untuk menyalakan api, lampu, dan benda elektronik lainnya. Sebab, api melambangkan kemarahan, iri hati, dan segala pikiran buruk manusia atau angkara murka.

2. Amati Karya
Amati Karya adalah pantangan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, baik di luar atau di dalam rumah selama Nyepi berlangsung. Dalam hening, umat Hindu dapat melakukan perenungan dan introspeksi diri atas segala tindakan kurang baik yang pernah dilakukan.
3. Amati Lelungan
Dalam Bahasa Bali, lelungan memiliki arti bepergian. Amati Lelungan adalah pantangan untuk bepergian ke luar rumah agar umat Hindu khusyuk beribadah selama satu hari penuh. Sebagai gantinya, umat Hindu akan berdiam diri di rumah dengan bermeditasi bersama keluarga sekaligus mengevaluasi hubungan dengan Tuhan.
4. Amati Lelanguan
Lelanguan berasal dari kata langu yang berarti hiburan. Amati Lelanguan adalah pantangan untuk bersenang-senang saat Nyepi. Umat diajak untuk menghentikan sejenak segala bentuk kesenangan duniawi agar fokus sembahyang.
Maka dari itu, tidak ada toko, warung, mal, dan tempat hiburan lainnya yang buka selama Nyepi. Sebagian umat Hindu juga menjalankan tapa atau puasa sebagai bentuk pengendalian diri selama Nyepi.
cnbnws.


