Friday, March 13, 2026

Gandeng Pemerintah Inggris, Eri Cahyadi Kaji Transportasi Massal Timur–Barat Surabaya

Gandeng Pemerintah Inggris, Eri Cahyadi Kaji Transportasi Massal Timur–Barat Surabaya

Surabaya, Nawacita | Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengungkapkan pihaknya tengah mengkaji rencana pembangunan transportasi massal yang menghubungkan wilayah timur hingga barat Kota Surabaya. Kajian tersebut dilakukan bersama konsultan dari Inggris untuk memastikan proyek tersebut layak secara finansial dan tidak membebani masyarakat.

Eri menjelaskan, konsep transportasi urban yang sedang dikaji tidak hanya mencakup wilayah Surabaya, tetapi juga berpotensi terhubung dengan daerah penyangga seperti Sidoarjo dan Gresik.

“Jadi kita kan sudah ada perencanaan dari Inggris, yang kota urban itu menggabungkan juga tidak hanya di Surabaya saja, tapi ada kontak dengan wilayah sedikit Sidoarjo dan Gresik,” ujar Eri, Kamis (12/3/2026).

- Advertisement -

Baca Juga: Walikota Eri Apresiasi Bantuan Zakat Pada Warga Miskin dan Pramiskin di Kota Surabaya

Meski demikian, ia menegaskan bahwa fokus utama yang ingin dikaji saat ini adalah pembangunan jalur transportasi massal yang melintasi Kota Surabaya dari timur ke barat. Pemerintah kota ingin memastikan seluruh perhitungan biaya dilakukan secara matang sebelum proyek dijalankan.

Menurut Eri, pihaknya tidak ingin pembangunan transportasi massal berakhir tidak optimal seperti yang terjadi di beberapa daerah lain. Ia menilai perencanaan harus benar-benar memperhitungkan potensi penggunaan serta biaya operasional.

“Tapi dari perhitungan konsultan itu, yang saya ingin adalah kerja sama sebenarnya untuk dari timur ke barat yang kota Surabaya. Jadi perhitungannya saya ingin tahu berapa sih jumlah biayanya, untuk naiknya berapa. Jangan sampai nanti seperti di daerah lain yang habis ada MRT, LRT, sesudah itu tidak jalan, terus nganggur kan, lah itu yang bahaya,” jelasnya.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Walikota Eri Imbau Warga Tunda Perjalanan Keluar Negeri

Eri juga menyoroti perbedaan sumber pendanaan proyek transportasi massal di Surabaya dibandingkan dengan kota lain seperti Jakarta. Jika di Jakarta proyek transportasi didukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), maka Surabaya harus mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Karena itu, Pemkot Surabaya akan berhati-hati dalam menghitung besaran tarif agar tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Karena kalau di Jakarta kan ada APBN, kalau kita melakukan ini kan menggunakan APBD. Jadi nanti kita akan lihat bebannya kepada masyarakat berapa. Semoga ini kita akan intens terus sama teman-teman dari UK, semoga ini bisa terlaksana,” katanya.

Ia menambahkan, keputusan untuk menjalankan proyek tersebut akan sangat bergantung pada hasil kajian biaya operasional dan tarif bagi penumpang.

“Nanti kita lihat ketemunya harga berapa per orang untuk ongkos naiknya. Kalau tidak memberatkan, saya akan jalankan itu,” pungkasnya.

Reporter : Rovallgio

RELATED ARTICLES
bank jatim
- Advertisment -

Terbaru