Istri Wali Kota Pasuruan Melayat Balita Korban Hanyut di Sungai Petung
Pasuruan, Nawacita – Duka mendalam menyelimuti keluarga balita yang ditemukan meninggal dunia setelah hanyut di Sungai Petung, Kelurahan Bakalan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Peristiwa tragis itu mengundang empati banyak pihak, termasuk istri Wali Kota Pasuruan yang datang langsung ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa, Kamis 12 Maret 2026 Sore.
Istri Wali Kota Pasuruan, Suryani Firdaus, yang akrab disapa Bunda Ani, melayat ke rumah keluarga korban untuk memberikan dukungan moral kepada orang tua balita yang masih terpukul atas musibah tersebut. Ia menyampaikan rasa duka mendalam serta berharap keluarga korban diberikan ketabahan.
Kedatangan Bunda Ani disambut haru oleh keluarga dan warga sekitar yang turut hadir memberikan doa bagi almarhum. Suasana rumah duka di Kelurahan Bakalan tampak dipenuhi pelayat yang ingin menyampaikan simpati kepada keluarga korban.
Diketahui, korban merupakan balita berusia sekitar 2,5 tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang dari rumah. Saat kejadian, ibu korban tertidur karena kelelahan setelah membuat kue Lebaran. Diduga korban keluar rumah tanpa diketahui dan kemudian terseret arus hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Petung.
Baca Juga: Pemkot Pasuruan Gelar Pasar Murah, Warga Antusias Manfaatkan Sembako Harga Terjangkau
Jenazah korban kemudian dievakuasi warga bersama petugas sebelum dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan langsung memakamkan korban di pemakaman setempat.
Dalam kesempatan melayat, Bunda Ani menyampaikan pesan kepada masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama yang tinggal di sekitar aliran sungai atau lingkungan yang berpotensi membahayakan.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga almarhum menjadi anak yang mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Bunda Ani saat melayat di rumah duka.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di lingkungan yang dekat dengan sungai atau tempat yang berbahaya,” tambahnya.
Saat ini warga sekitar juga diimbau untuk lebih waspada dan saling mengingatkan demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Reporter : Rahmat Ferry Gunawan


