Di Tengah Tekanan Global, Ekspor Jawa Timur Masih Bertaji
Surabaya, Nawacita.co – Kinerja ekspor Jawa Timur mengawali 2026 dengan catatan positif. Pelaksana Tugas Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur, Herum Fajarwati, menyampaikan nilai ekspor Jawa Timur pada Januari 2026 mencapai US$2,05 miliar atau naik 4,73 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan ini ditopang ekspor nonmigas yang mencapai US$2,046 miliar, tumbuh 5,24 persen secara tahunan. Sebaliknya, ekspor migas justru merosot tajam. Nilainya hanya US$2,96 juta atau turun 75,83 persen dibanding Januari 2025.
“Dari sepuluh komoditas nonmigas terbesar, lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) mencatat lonjakan tertinggi,” papar Herum, saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2025).
Baca Juga: Harga Sembako di Jawa Timur Naik Jelang Awal Puasa 2026, Cabai dan LPG Ikut Melonjak
Ia menjabarkan nilainya meningkat US$58,69 juta atau 35,33 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, komoditas tembaga (HS 74) mengalami penurunan terdalam, yakni sebesar US$56,15 juta atau 29,51 persen.
Secara sektoral, ekspor nonmigas dari industri pengolahan menjadi tulang punggung dengan nilai US$1,97 miliar, naik 6,87 persen. Ekspor hasil pertambangan dan lainnya juga tumbuh 3,42 persen.
“Namun, ekspor hasil pertanian turun cukup dalam, yakni 24,45 persen,” Imbuh Herum.
Ia menekankan bahwa data ini menunjukkan struktur ekspor Jawa Timur masih bertumpu pada sektor industri pengolahan, sementara fluktuasi komoditas global tetap memberi tekanan pada sektor tertentu.
Reporter: Alus



