Harga Pangan Naik, Inflasi Februari Tembus 0,68 Persen
Surabaya, Nawacita.co – Inflasi kembali naik pada Februari 2026. Dalam Rilis Berita Resmi Statistik, Direktur Statistik Sumber Daya Hayati Badan Pusat Statistik, Eko Marsoro, menyampaikan bahwa secara bulanan (month to month/m-to-m) inflasi tercatat sebesar 0,68 persen.
“Sementara secara tahunan (year on year/y-on-y) mencapai 4,76 persen,” paparnya saat dikonfirmasi pada, Selasa (3/3/2026).
Secara kalender, inflasi Februari 2026 terhadap Desember 2025 sebesar meningkat 0,53 persen. Angka ini menandai pembalikan arah setelah bulan sebelumnya mengalami deflasi.
Baca Juga: Tak hanya MBG, Zulhas Minta Daerah Kendalikan Harga Pangan
Eko mengungkapkan faktor dari Inflasi yang terjadi di bulan Februari diantaranya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,45 persen. Komoditas yang paling mendorong kenaikan harga antara lain daging ayam ras, cabai rawit, ikan segar, cabai merah, tomat, beras, serta telur ayam ras. Secara m-to-m, kelompok ini mengalami inflasi 1,54 persen.
Sementara secara tahunan, tekanan inflasi terbesar datang dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil 2,26 persen.
“Kenaikan terutama dipicu oleh tarif listrik dan biaya sewa rumah. Khusus listrik, dorongan inflasi terjadi karena tarif kembali normal setelah diskon 50 persen pada Februari 2025,” ucap Eko.
Ia mengingatkan bahwa kenaikan harga pangan dan penyesuaian tarif menjadi sinyal bahwa stabilitas harga tetap perlu dijaga, terutama menjelang momentum ekonomi berikutnya.
Reporter: Alus



