Wednesday, February 11, 2026

Profil Rayyan Arkan Dhika, Penari Cilik Pacu Jalur yang Disebut Punya Aura Farming

Profil Rayyan Arkan Dhika, Penari Cilik Pacu Jalur yang Kini Jadi Duta Wisata Riau

JAKARTA, Nawacita – Profil Rayyan Arkan Dhika, Tren viral ‘Aura Farming’ di medsos, membawa keberuntungan bagi Rayyan Arkan Dikha. Rayyan Arkan Dikha merupakan seorang bocah penari di atas perahu Pacu Jalur yang aksinya ditiru pejabat hingga artis dunia.

Nama Rayyan Arkan Dhika viral di media sosial. Bocah berusia 11 tahun asal Desa Pintu Gobang Kari, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, ini menjadi sorotan lewat aksi menari di atas perahu Pacu Jalur.

Aksinya yang memukau membuatnya dinobatkan sebagai Duta Wisata Riau. Dalam berbagai video, Rayyan Arkan Dhika, tampil penuh percaya diri di ujung perahu yang melaju kencang di Sungai Batang Kuantan.

- Advertisement -

Dengan gerakan energik dan penuh semangat, Dhika menari sambil menjaga keseimbangan perahu yang bergoyang diterpa arus sungai. Gerakan luwesnya membuat banyak orang terpukau.

Viral Berkat Aura Farming

Aksi menari Dhika di atas perahu Pacu Jalur ternyata tidak hanya memikat hati masyarakat Indonesia, tetapi juga menjadi tren global. Gaya menarinya bahkan memunculkan istilah baru yang dikenal sebagai aura farming.

Istilah aura farming ini populer di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z dan Gen Alpha. Aura farming merujuk pada aksi seseorang yang menunjukkan pesona dan kepercayaan diri tinggi.

Dalam konteks gaming, farming berarti usaha berulang untuk mendapatkan poin atau hasil tertentu. Pada Dhika, istilah ini menggambarkan betapa dia memancarkan karisma luar biasa berulang-ulang saat menari.

Baca Juga: Profil Agam Rinjani, Tim Relawan yang Viral Usai Evakuasi Pendaki asal Brasil

Fenomena aura farming yang diperkenalkan Dhika bahkan diikuti sejumlah figur terkenal dunia. Beberapa di antaranya pemain sepak bola internasional Achraf Hakimi dan maskot klub sepak bola AC Milan.

Profil Rayyan Arkan Dhika
Profil Rayyan Arkan Dhika, Penari Cilik Pacu Jalur yang Kini Jadi Duta Wisata Riau.

Biodata Rayyan Arkan Dikha

  • Nama Lengkap: Rayyan Arkan Dikha
  • Nama Panggilan: Dikha
  • Usia: 11 tahun
  • Asal: Desa Pintu Lobang Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau
  • Status Pendidikan: Siswa kelas 5 SD
  • Tim Jalur: Tuah Koghi Dubalang Ghajo
  • Cita-cita: Menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI)

Awal Perjalanan Menari

Dhika mulai menekuni tari Pacu Jalur sejak usia 9 tahun. Dalam tradisi Pacu Jalur, ada posisi khusus bernama Togak Luan, yaitu penari yang berada di ujung perahu.

Nah, tugas Togak Luan tidak hanya untuk menambah semangat para pendayung, tetapi juga untuk membantu menjaga keseimbangan perahu agar tetap stabil saat melaju kencang.

Bakat menari dan kecintaan Dhika terhadap Pacu Jalur ternyata menurun dari keluarganya. Ayahnya, Jufriono, merupakan mantan atlet Pacu Jalur, dan pamannya juga dikenal sebagai pelaut jalur yang berpengalaman.

Kehidupan Sehari-hari Dhika

Di luar aktivitasnya sebagai penari Pacu Jalur, Dhika menjalani kehidupan layaknya anak-anak pada umumnya. Dhika merupakan siswa kelas V di SD Negeri 013 Pintu Gobang Kari.

Setiap harinya, Dhika gemar bermain di sungai bersama teman-temannya, menikmati alam sekitar, dan menjalin persahabatan. Kepopulerannya tidak mengubah sikap Dhika yang tetap sederhana dan rendah hati.

Pada 8 Juli 2025 lalu, Gubernur Riau Abdul Wahid menobatkan Dhika sebagai Duta Wisata Riau. Penobatan merupakan bukti penghargaan pemerintah terhadap peran anak-anak muda dalam melestarikan budaya daerah.

Dhika juga mendapat beasiswa pendidikan sebesar Rp20 juta dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon.  Beasiswa ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Dhika dalam mempertahankan warisan budaya.

Pacu Jalur: Tradisi Sarat Makna

Pacu Jalur merupakan lomba dayung tradisional khas Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Tradisi ini sudah ada sejak abad ke-17, dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat setempat.

Awalnya, perahu panjang yang disebut jalur digunakan masyarakat sebagai sarana transportasi di Sungai Batang Kuantan. Jalur berfungsi untuk membawa hasil bumi, dan barang dagangan.

Jalur kemudian dijadikan perlombaan dayung antar kampung yang berkembang menjadi ajang tahunan. Pacu Jalur bukan sekadar loba, tapi juga simbol kebersamaan, sportivitas, dan semangat gotong royong.

sinmdsrktnws.

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru