Sunday, February 15, 2026

Kisah Inspiratif dari Kediri: Rp20 Ribu Sehari Antar Nenek Sri ke Tanah Suci 

Kisah Inspiratif dari Kediri: Rp20 Ribu Sehari Antar Nenek Sri ke Tanah Suci

Surabaya, Nawacita.co – Sri Dewi Sudarwati, seorang nenek berusia 66 tahun, adalah satu dari ratusan jemaah haji yang berangkat dari Embarkasi Surabaya tahun ini. Dengan sebuah warung kelontong di Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, tersembunyi kisah inspiratif tentang ketekunan, harapan, dan doa yang akhirnya sampai ke Tanah Suci.

Keinginan berhaji sudah tertanam sejak tahun 2009, namun kondisi ekonomi keluarga saat itu belum memungkinkan. Anak-anak masih kecil, dan sang suami yang berprofesi sebagai tukang tambal ban sambil berjualan bensin eceran masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga.

“Kami bahkan belum punya rumah sendiri, masih ngontrak waktu itu,”kenangnya, saat ditemui Sabtu (3/5/2025).

- Advertisement -

Tapi tekad Ibu Sri tak pernah luntur. Ia mulai menabung sedikit demi sedikit, hanya Rp20.000 setiap hari. Uang itu ia simpan sendiri, bukan di bank, melainkan dalam sebuah kotak kayu sederhana.

Baca Juga: Kisah Menyentuh dari Tulungagung: Abdul Rahman Akhirnya Berangkat Haji

“Saya orang desa, tidak terbiasa ke bank. Jadi nabungnya ya di rumah saja,” ujarnya sambil tersenyum.

Usaha warung kecil-kecilan yang dirintisnya sejak 1995 kini telah tumbuh menjadi toko kelontong yang lebih lengkap. Dari usaha inilah ia terus menabung, menyisihkan sebagian rezeki demi mewujudkan impian yang disimpannya rapat selama lebih dari satu dekade.

Kini, impian itu menjadi kenyataan. Siang ini, Sabtu (3/5/2025), Ibu Sri dijadwalkan terbang ke Madinah pukul 14.20 WIB sebagai bagian dari kloter 5 Embarkasi Surabaya.

Sebelum berangkat, ia mengutarakan satu harapan besar yang belum usai: “Saya ingin anak-anak dan cucu-cucu saya juga bisa merasakan nikmatnya ibadah di Tanah Suci. Kalau tidak haji, semoga bisa umrah dulu,” ucapnya lirih.

Kisah Ibu Sri menjadi bukti bahwa perjalanan ke Baitullah bukanlah milik orang-orang berlebih harta, melainkan milik mereka yang tak pernah lelah berharap, berdoa, dan berusaha.

Reporter: Alus
RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru