Sunday, February 15, 2026

APTI Apresiasi Disnaker Kabupaten Blitar Tingkatkan Kompetensi Anak Petani Tembakau Melalui Dana DBHCHT

APTI Apresiasi Disnaker Kabupaten Blitar Tingkatkan Kompetensi Anak Petani Tembakau Melalui Dana DBHCHT

Blitar, Nawacita – Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Blitar menyambut positif inisiatif Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) yang melibatkan anak cucu petani tembakau dalam pelatihan kerja berbasis Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Ketua APTI Kabupaten Blitar, Sunyoto, mengungkapkan apresiasinya atas program yang disebutnya punya kepedulian terhadap pemberdayaan generasi penerus petani.

Sunyoto menjelaskan, Disnaker Blitar telah membuka 8 jenis pelatihan—termasuk barista, make-up artist (MUA), dan pastry—untuk mempersiapkan peserta memasuki dunia kerja. “Ini untuk anak-anak petani yang sudah tamat sekolah tapi belum bekerja. Mereka dapat keahlian plus sertifikat sebagai bukti kompetensi,” ujarnya Kamis (17/4/2025).

Program ini tidak hanya menyasar anak petani tembakau, tetapi juga masyarakat umum. “Sengaja dikombinasikan agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial,” tambah Sunyoto.

- Advertisement -

Sunyoto menekankan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk pengembalian manfaat dari kontribusi petani tembakau. “DBHCHT ini asalnya dari petani. Kita menanam tembakau, dijual ke pabrik, pabrik bayar cukai, lalu cukai itu dikembalikan ke daerah untuk program seperti ini,” paparnya.

Baca Juga: Disnaker Kabupaten Blitar Wujudkan Kompetensi Barista Berkualitas Lewat DBHCHT

Di Blitar, terdapat 20 kelompok tani tembakau besar yang menjadi penerima manfaat utama. “Total petani tembakau kita ratusan, tapi kelompok taninya yang terdaftar resmi ada 20,” jelasnya.

Sunyoto berharap program pelatihan kerja ini mampu mengurangi pengangguran di kalangan anak petani, menciptakan kemandirian melalui sertifikasi kompetensi, hingga memutus mata rantai ketergantungan pada sektor tembakau konvensional.

“Harapan kami, anak-anak petani yang ikut pelatihan bisa langsung terserap di industri atau bahkan buka usaha sendiri,” tandas Sunyoto.

Untuk itu, APTI mendorong perluasan program serupa dengan menambah variasi pelatihan sesuai kebutuhan pasar, memperkuat sinergi dengan dunia industri, optimalisasi alokasi DBHCHT untuk program pemberdayaan.

“Ini bukti nyata bahwa kontribusi petani tembakau melalui DBHCHT bisa mengubah masa depan generasi penerus,” tegas Sunyoto. (doni)

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru