Saturday, February 14, 2026

Hadapi Keterbatasan Lahan Makam, Walikota Eri Akan Maksimalkan Pemakaman Kampung 

Hadapi Keterbatasan Lahan Makam, Walikota Eri Akan Maksimalkan Pemakaman Kampung

Surabaya, Nawacita | Walikota Surabaya, Eri Cahyadi meminta agar jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melakukan sosialisasi pada masyarakat terkait permasalahan keterbatasan lahan makam.

Hal itu disebabkan makin minimnya lahan makam yang tersedia di Kota Surabaya. Nantinya Pemkot Surabaya berencana memanfaatkan metode pemakaman tumpang dan memaksimalkan makam kampung.

Ia pun menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya mengalami keterbatasan lahan, serta anggaran untuk menyediakan lahan pemakaman baru. Sehingga diharapkan warga Surabaya bersedia untuk memakamkan keluarganya dengan cara ditumpuk atau ditumpang.

- Advertisement -

“Kita sudah tidak bisa menyediakan lahan makam untuk warga Surabaya, tanahnya siapa? Di (TPU) Keputih pun dibuat panggung (ditumpang), kalau ada saudara-saudaranya yang meninggal ya sudah ditumpang, tanahe wis nggak onok (sudah tidak ada lahannya). Ada tanah yang kita manfaatkan untuk pergerakan ekonomi dan lain-lainnya,” jelas Walikota Eri.

Baca Juga: Walikota Eri Tekankan Pentingnya Keadilan Dalam Penataan Pasar 

Selain itu nantinya Pemkot Surabaya akan mendata warga di perkampungan yang memiliki TPU aktif. Sehingga bisa mengestimasi jumlah warga yang bisa dimakamkan di TPU tersebut.

Kini Pemkot Surabaya mengelola 13 lahan makam dan 1 krematorium. Sedangkan menurut data DLH terdapat 535 perkampungan yang memiliki lahan makam.

Nantinya makam perkampungan akan lebih dimaksimalkan, sehingga nantinya TPU Keputih dikhususkan bagi warga yang kampungnya tidak memiliki lahan pemakaman.

“Selagi makam itu aktif dihitung RW itu masih ada berapa jiwa, dilihat masih bisa apa tidak makam ini menampung total jiwa di kampung tersebut. Nah, kalau bisa, otomatis harus dimakamkan di makam situ dan tidak boleh di TPU Keputih, karena makam di Keputih itu khusus untuk kampung yang tidak menyediakan makam” ucapnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Gandeng Kadin, Tingkatkan Ekonomi Kreatif Melalui Ramadhan Kreatif Fest

Walikota Eri menyampaikan bahwa Pemkot Surabaya tidak bisa melakukan penyediaan lahan makam, hal itu dikarenakan harga tanah yang semakin mahal. Sehingga sistem tumpang merupakan salah satu solusi yang harus disampaikan kepada masyarakat.

Rencananya, Walikota Eri akan meminta kepada Sekretaris Daerah (Sekda) dan Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat untuk menyampaikan hal tersebut kepada DPRD Surabaya sebagai bahan diskusi.

Hal itu dikarenakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemkot Surabaya telah terlebih dahulu diprioritaskan pada sektor lainnya.

“Tanah sudah tidak ada, lalu mau bebaskan tanah? Duitnya berapa? Pembebasan tanah itu bisa Rp 4 – Rp 5 juta per meter, sama saja beli rumah. Mau pilih mana?,” pungkasnya.

Reporter : Gio

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru