Warna-warni Lamongan Terpampang di Kanvas, Karya Dua Bersaudara Memukau Surabaya
Surabaya, Nawacita – Pelukis dua bersaudara berasal dari Lamongan ini menggelar pameran hasil karyanya yang memperlihatkan kekayaan Kota kelahiran mereka. Hendy Prayudi bersama adiknya Sugeng Lanang menampilkan karya-karyanya dengan tema ‘Playang’, dengan tampilan kemakmuran masyarakat pantura Lamongan pada kanvas.
Bertempat di Galeri Merah Putih Komplek Balai Pemuda, Surabaya karya dari kedua Seniman tersebut dipamerkan. Karya-karya mereka bisa dinikmati pengunjung dari tanggal 8 Desember 2024 hingga 13 Desember 2024.
Hendry dan sang Adik Sugeng ketika ditemu oleh Nawacita.co pada senin (9/12/2024), mengungkapkan pagelaran pameran tersebut telah direncanakan sejak satu tahun yang lalu. “Kita sudah merencanakan sejak se-tahun lalu, dan akhirnya terealisasikannya di tahun ini (2024),” cerita mereka.
“Kita memilih di Surabaya untuk memperkenalkan budaya Lamongan dan potensi daerah Lamongan sisi Selatan,” ungkap Hendry.
Kedua Saudara itu memilih Kota Surabaya sebagai tempat menggelarkan karya mereka yaitu untuk sarana mempromosikan lukisan dan sektor perekonomian Lamongan Selatan ke ranah Provinsi.
“Kita ingin memperlihatkan bahwa potensi kehidupan masyarakat Lamongan khususnya di Lamongan Selatan adalah Nelayan mencari lafkah di laut,” papar Hendry.
Selain itu, Hendry menjelaskan bahwa ada salah satu lukisan yang sangat memberikan sebuah makna yang mendalam baginya, yaitu lukisan karya miliknya di tahun 2024 berada di tengah aula Galeri Merah Putih.
“Kebetulan lukisan itu sudah laku terbeli oleh kolektor pada malam pembukaan, lukisan tersebut menceritakan seorang anak dibesarkan di kehidupan nelayan sisi Selatan Lamongan, tapi Ia memiliki cita-cita yang tinggi. Cita-cita adalah ingin hidup diperkotaan dengan gedung-gedung pencakar langit.” jelas Hendry.
Dan Hendry menggambarkan perahu-perahu nelayan dengan seorang anak laki-laki ditengah, sedang berjalan di atas laut dipadu dengan bayangan gedung-gedung perkotaan. Dengan menonjolnya lukisan tersebut diletakan pada dinding tengah aula Galeri Merah Putih. (Al)


