Surabaya, Nawacita – Limbah kulit kerang kerap menimbulkan permasalahan pada lingkungan. Seperti bau yang tidak mengenakkan, mengganggu kesehatan lingkungan serta mengganggu ekosistem sekitar. Itulah yang kira-kira menjadi keresahan bagi warga sekitar di Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya.
Keresahan-keresahan tersebut disampaikan kepada kampus ITS melalui pihak Kelurahan Tambak Wedi. Untuk mengatasi keresahan tersebut, kampus ITS melalui Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Infrastruktur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama bantuan dari Kementerian PUPR, mengerahkan bantuan untuk mengatasi keresahan warga Kelurahan Tambak Wedi melalui cara pemanfaatan limbah kulit kerang tersebut.
Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Infrastruktur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebelumnya sudah pernah menyelesaikan permasalahan yang sama. Permasalahan sebelumnya terjadi di Desa Banjar Kemuning, Kabupaten Sidoarjo. Pada saat menyelesaikan permasalahan limbah kulit kerang di Desa Banjar Kemuning, tim KKN Tematik Infrastruktur ITS menyelesaikan masalah tumpukan
limbah kulit kerang dengan memanfaatkan limbah kulit kerang menjadi produk berupa paving block.
Mengacu pada kasus sebelumnya, tim KKN Tematik Infrastruktur ITS di Kelurahan Tambak Wedi turut mengikuti tata cara penyelesaian masalah limbah kulit kerang yang sama, yaitu pemanfaatan limbah kulit kerang menjadi produk berupa paving block.

Foto penumpukan limbah kulit kerang di sekitar area Kelurahan Tambak Wedi
Limbah kulit kerang yang menumpuk kerap muncul dari aktivitas warga yang bekerja sebagai nelayan.
Untuk menekan pertumbuhan timbulan limbah kulit kerang, Tim KKN Tematik Infrastruktur ITS Tahun 2024 mengelola limbah kulit kerang dengan menjadikan limbah kulit kerang sebagai salah satu bahan pengganti agregat untuk membentuk paving block sama seperti yang dilakukan oleh Tim KKN Tematik Infrastruktur ITS Tahun 2023 di Desa Banjar Kemuning.
Ralif mahasiswa Teknik Kelautan ITS angkatan 2021, sekaligus yang merupakan ketua dari Tim KKN Tematik Infrastruktur ITS Tahun 2024 tersebut mengungkapkan bahwa untuk menjadikan limbah kulit kerang sebagai bahan agregat untuk pembentukan paving block perlu untuk dihaluskan terlebih dahulu dengan proses pencacahan.
Setelah pencacahan, bubuk kulit kerang yang halus digabungkan dengan bahan lain seperti semen, pasir, dan air. Kemudian akan dicetak menggunakan alat cetak paving dan dikeringkan selama 40 hari. “Iya jadi prosesnya kami cacah dulu limbah kulit kerangnya, terus kami campur dengan bahan-bahan lain dan kami cetak. Setelah dicetak kami tunggu selama 40 hari,” ungkap Ralif.
Ralif juga mengungkapkan bahwa Tim KKN Infrastruktur ITS Tahun 2024 membuat sebanyak 24 sampel paving block dan dipilih sampel yang paling baik. Cara untuk mengetahui sampel paling baik adalah dengan melakukan uji tekan pada setiap sampel paving block.
“Kami kemarin melakukan uji tekan di workshop Departemen Teknik Geofisika untuk menentukan dari 24 sampel tersebut mana yang paling baik untuk digunakan,” ungkap Ralif.
Adapun hasil uji tekan yang telah dilakukan menunjukkan bahwasanya paving block yang dicetak layak untuk digunakan sebagai alas pejalan kaki atau trotoar.
Ralif mengungkapkan bahwa tidak terlalu sulit bagi warga untuk dapat mencetak paving block. Hanya dengan menggunakan alat pencacah kulit kerang dan alat pencetak paving block, warga sudah dapat mencetak paving block sendiri. Hanya saja dalam proses produksi untuk mencetak paving block diperlukan waktu yang cukup lama dalam menunggu paving block dapat benar-benar kering dan dapat dimanfaatkan.
“Untuk cetak paving block-nya ga terlalu sulit, tapi memang perlu waktu biar bisa benar-benar dimanfaatkan,” ungkap Ralif.

Foto penyerahan hibah alat kepada pihak Kelurahan Tambak Wedi Infrastruktur ITS Tahun 2024, Bapak Fendy Firmansyah, S.T., M.T.
Adanya kegiatan KKN Tematik Infrastruktur ITS Tahun 2024 tersebut diharapkan dapat
memberikan impact besar terhadap tata cara pengelolaan limbah kulit kerang yang ada di Kelurahan Tambak Wedi. Tim KKN Tematik Infrastruktur ITS Tahun 2024 berharap masyarakat setempat dapat memaksimalkan penggunaan alat dan informasi yang sudah diberikan agar dapat membantu dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur wilayah Kelurahan Tambak Wedi dan sekitar.**
Nama Penulis : Rico Kristianto

