Sunday, April 12, 2026

Konsolidasi Internal PDI Perjuangan Trenggalek Solid, Fokus Perkuat Program Sosial dan Lingkungan

Konsolidasi Internal PDI Perjuangan Trenggalek Solid, Fokus Perkuat Program Sosial dan Lingkungan

SURABAYA, Nawacita – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, memastikan proses konsolidasi internal partai pasca pembentukan kepengurusan berjalan dengan baik dan solid di tingkat daerah.

Menurutnya, hingga saat ini tidak terdapat friksi atau faksi di internal partai di Trenggalek, berbeda dengan kondisi di sejumlah daerah lain. Seluruh kader, kata dia, tetap berpegang pada prinsip dan garis ideologi partai.

Hal tersebut disampaikan pria yang juga akrab disapa Gus Ipin saat menghadiri Halal Bi Halal Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPD PDI Perjuangan) Jawa Timur yang dilaksanakan di Hotel Shangri-La, Minggu (12/4/2026).

“Ya semuanya sudah terkonsolidasi dengan baik, relatif di Trenggalek tidak ada faksi-faksi. Kita berpegang bahwa partai itu adalah pijar penuntun,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh struktur partai menjalankan arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), termasuk dalam proses Musyawarah Antar Cabang (Musancab). Dalam proses tersebut, DPC juga telah memastikan keterlibatan perempuan dan generasi muda sesuai ketentuan.

Baca Juga: PDIP Surabaya Kawal Proses PAW, Tunggu Persetujuan Gubernur

“Sebanyak 30 persen pengurus melibatkan perempuan dan juga Gen Z di bawah 35 tahun, termasuk dalam posisi strategis seperti KSB, dan itu sudah kita laksanakan,” jelasnya.

Setelah konsolidasi struktur rampung, Arifin menekankan bahwa fokus berikutnya adalah mempertajam kerja-kerja partai agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Ia mengungkapkan telah menginstruksikan tiga program prioritas kepada jajaran DPC. Pertama, menjadikan partai sebagai advokat sosial yang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat, baik di bidang sosial maupun ekonomi.

“Seluruh kebutuhan masyarakat harus bisa difasilitasi melalui saluran-saluran yang ada, termasuk melalui wakil rakyat maupun kepala daerah,” katanya.

Program kedua adalah penguatan ketahanan pangan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kekeringan di wilayah Trenggalek.

Sementara program ketiga berfokus pada isu lingkungan hidup, khususnya pengelolaan sampah. Arifin menilai persoalan sampah menjadi perhatian serius karena berkontribusi signifikan terhadap emisi gas rumah kaca di daerah tersebut.

“Di Trenggalek, sampah menyumbang sekitar 14 persen emisi gas rumah kaca. Jika ini bisa direduksi, akan menjadi terobosan besar bagi kebaikan daerah,” ungkapnya.

Ia menegaskan, seluruh kader partai akan dilibatkan dalam gerakan tersebut agar berdampak nyata di masyarakat.

Menutup pernyataannya, Arifin mengajak seluruh kader untuk menjadi pelopor perubahan, bukan sekadar mengikuti arus.

“Jadilah pelopor, bukan pengekor. Kita berpartai bukan untuk berselisih paham, tetapi untuk gotong royong membangun bersama masyarakat,” pungkasnya.

Reporter : Rovallgio

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim
idulfitri

Terbaru