Saturday, April 11, 2026

Distribusi LPG 3 Kg di Kota Pasuruan Berangsur Normal, Hiswana Migas Imbau Warga Tetap Tenang

Distribusi LPG 3 Kg di Kota Pasuruan Berangsur Normal, Hiswana Migas Imbau Warga Tetap Tenang

PASURUAN, Nawacita – Hiswana Migas Pasuruan Raya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang menyusul kesulitan elpiji 3 kg yang sempat terjadi dalam beberapa hari terakhir di Kota Pasuruan. Warga diminta tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) agar distribusi dapat kembali berjalan lancar dan merata.

Dalam keterangannya, Hiswana Migas menegaskan bahwa kondisi pasokan saat ini mulai berangsur aman. Masyarakat diharapkan membeli elpiji sesuai kebutuhan agar tidak memperparah situasi di lapangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keterlambatan distribusi terjadi akibat proses pengiriman yang sempat tertunda. Hal ini tidak hanya berdampak di Kota Pasuruan, tetapi juga di sejumlah daerah lain. Pengiriman baru kembali normal setelah kapal tanker pengangkut elpiji tiba di Pelabuhan Tanjung Perak.

Proses pengisian di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) dilakukan pada malam hari, sehingga distribusi ke pangkalan dapat kembali berjalan mulai pagi hari berikutnya.

Baca Juga: Rapat Paripurna II, DPRD Kota Pasuruan Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025

Koordinator Hiswana Migas wilayah Pasuruan Raya, Dwi Hardono, menyampaikan bahwa distribusi kini sudah mulai berjalan kembali. “Penyaluran elpiji di wilayah Pasuruan hari ini sudah mulai normal secara bertahap. Kami optimistis dalam waktu dekat kondisi akan sepenuhnya pulih. Masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya, Sabtu 11 April 2026.

Ia juga menegaskan bahwa Hiswana Migas terus berupaya menjaga kestabilan pasokan serta mengawasi distribusi agar tepat sasaran.

Sementara itu, salah satu warga Kota Pasuruan, Siti Aminah, mengaku sempat mengalami kesulitan mendapatkan elpiji. “Kemarin sempat antre lama, tapi sekarang sudah mulai ada lagi. Semoga ke depan benar-benar lancar,” katanya.

Hal serupa disampaikan Ahmad Fauzi, pelaku usaha kecil, yang berharap distribusi segera stabil. “Kalau elpiji langka, usaha kami ikut terganggu. Mudah-mudahan sekarang sudah kembali normal,” ujarnya.

Untuk menjaga pemerataan distribusi, Hiswana Migas menerapkan kebijakan pembatasan sementara. Setiap rumah tangga diperbolehkan membeli maksimal satu tabung, sementara pelaku UMKM dibatasi hingga dua tabung.

Hiswana Migas juga mengajak seluruh pihak, termasuk pemilik pangkalan dan masyarakat, untuk bersama-sama menjaga kondusivitas. Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan distribusi elpiji 3 kg di Kota Pasuruan dapat segera kembali stabil dan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik.

Penulis : Rahmat Ferry Gunawan

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim
idulfitri

Terbaru