Gubernur Koster Usulkan Perda Baru untuk Tertibkan Turis Asing Nakal di Bali
Denpasar, Nawacita | Gubernur Bali Wayan Koster mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Tata Kelola Usaha Pariwisata Bali Berkualitas kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali. Pengusulan ranperda ini berdasarkan banyaknya praktik-praktik usaha maupun perilaku buruk turis asing di Bali.
Koster awalnya memberikan pemaparan berbagai permasalahan yang dilakukan turis asing di Bali, mulai dari penodaan tempat suci, membangun laboratorium narkoba, prostitusi online, melakukan tindakan kriminal, melanggar lalu lintas hingga berjualan barang dan jasa. Sehingga, budaya Bali menjadi terganggu dan tidak bermartabat.
“Maka praktik ini enggak bagus nih, ini harus kita atasi. Jadi ini bagian daripada praktik-praktik pariwisata yang tidak sehat,” ujar Koster saat menyampaikan raperda tersebut di Rapat Paripurna DPRD Bali, Senin (6/4/2026).
Baca Juga: Tinjau Pembangunan Tahap II Turyapada Tower, Gubernur Koster Targetkan Rampung November 2026
Oleh sebab itu, lanjut Koster, pembentukan perda ini akan sejalan dengan Perda Bali Nomor 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaraan Pariwisata Budaya Bali dan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 28 Tahun 2020.
“Jadi kami perkuat sekarang dengan raperda ini untuk mewujudkan pariwisata Bali yang berkualitas, berbasis budaya, dan bermartabat,” sambung politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.
Pariwisata Bali yang berkualitas, berbasis budaya, dan bermartabat menjadi tiga poin utama dalam pengaturan norma Raperda tentang Tata Kelola Usaha Pariwisata Bali Berkualitas. Gubernur asal Buleleng itu menegaskan poin-poin tersebut adalah harga mati yang harus dijaga. Ia khawatir nilai-nilai budaya Bali akan dikorbankan ke depannya.
Baca Juga: Jaga Budaya, Gubernur Koster Dorong Penguatan Dresta Bali Secara Sistematis
Koster juga mengingatkan agar seluruh stakeholder tidak terpengaruh dengan kampanye negatif yang berupaya menjatuhkan citra pariwisata Bali. Koster bersyukur tidak ada yang terpengaruh dan malah kunjungan pariwisata ke Bali terus mengalami peningkatan.
Koster berujar, hal ini perlu dilakukan agar pariwisata Bali memiliki daya saing dan berkelanjutan serta memastikan tata kelola dan tatanan arah yang baik agar dapat terus menghidupi masyarakat Bali.
“Karena kita tidak mempunyai sumber lain yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Bali. Jadi targetnya Bali sudah menjadi daerah wisata dengan budayanya,” tegas Koster. dtk



