GM FKPPI Pasuruan Soroti Lambannya Respons DPRD, Bonus Atlet Porprov Jadi Sorotan
PASURUAN, Nawacita – Ketua Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM FKPPI) Pasuruan yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur LIRA Jawa Timur, Ayi Suhaya, SH., menyoroti lambatnya respons DPRD Kota Pasuruan terhadap permohonan audiensi yang telah diajukan sejak awal Maret 2026.
Hingga saat ini, belum ada kepastian jadwal dialog dari pihak DPRD, meskipun proses administratif disebut telah berjalan. Permohonan audiensi tersebut berkaitan dengan pembahasan bonus atlet KONI dalam ajang Porprov Jatim IX 2025.
Ayi Suhaya mengungkapkan, surat permohonan audiensi telah dilayangkan kepada Ketua DPRD Kota Pasuruan sejak pertengahan bulan Ramadan. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas.
“Kami sudah mengajukan surat audiensi kepada Ketua DPRD sejak pertengahan puasa. Namun sampai sekarang belum ada respons. Kami berharap anggota DPRD lebih peka terhadap aspirasi masyarakat Kota Pasuruan, bukan hanya hadir secara formalitas,” tegasnya. Selasa 7 April 2026.
Baca Juga: Inovasi SDAD Dinas PUPR Kota Pasuruan Tangani Sampah Sungai dengan Trash Boom dan Trash Rack
Ia juga menyentil pola komunikasi yang dinilai kurang substantif. “Jangan hanya ‘dok cair, dok cair’ tanpa kejelasan waktu dan realisasi. Masyarakat butuh kepastian, bukan sekadar janji,” tambahnya.
Selain menyoroti DPRD, Ayi juga menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya masih menunggu jawaban resmi dari Pemerintah Kota Pasuruan terkait kejelasan bonus atlet tersebut.
“Ini juga menjadi perhatian kami, karena sampai hari ini belum ada jawaban pasti dari Pemerintah Kota Pasuruan. Kami berharap ada kepastian agar tidak berlarut-larut,” ujarnya.
Keluhan serupa juga datang dari masyarakat. Salah satu warga Kota Pasuruan, Rudi (34), menyampaikan harapannya agar pemerintah segera memberikan kejelasan.
“Kami sebagai masyarakat tentu mendukung atlet daerah. Mereka sudah berjuang membawa nama baik kota, jadi sudah sewajarnya mendapatkan haknya. Jangan sampai hanya janji-janji saja tanpa realisasi,” ungkapnya.
Ayi menegaskan pentingnya tanggung jawab dan transparansi dalam menjalankan fungsi pelayanan publik. Menurutnya, peran anggota DPRD dan pemerintah bukan sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi merupakan bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat.
“Ini bukan hanya soal bonus, tetapi bentuk penghargaan atas perjuangan atlet yang telah mengharumkan nama daerah. Pemerintah dan DPRD harus hadir serta memberikan solusi konkret,” pungkasnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga komitmen dalam mendukung kemajuan olahraga di Kota Pasuruan melalui kebijakan yang berpihak kepada atlet.
Penulis : Rahmat Ferry Gunawan



