Tuesday, April 7, 2026

BPOM Luncurkan Label Nutri Level pada Kemasan Pangan

BPOM Luncurkan Label Nutri Level pada Kemasan Pangan

Jakarta, Nawacita | BPOM RI merestui revisi rancangan peraturan tentang pencantuman Nutri Level. Sistem pelabelan tersebut akan diterapkan untuk membantu konsumen memilih pangan yang lebih sehat.

Ketentuan tentang pencantuman Nutri Level pada pelabelan gizi bagian depan kemasan atau Front of Pack Nutrition Labelling (FOPNL) termuat dalam Rancangan Revisi Peraturan BPOM tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan.

Revisi tersebut telah ditandatangani Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, Senin (6/4/2026).

Nutri Level menggambarkan kandungan Gula, Garam, Lemak (GGL) yang terbagi menjadi 4 level atau kategori. Keempatnya ditandai dengan huruf A hingga D, dan disertai indikator warna sebagai berikut:

  • A (warna hijau tua: kandungan GGL lebih rendah)
  • B (warna hijau muda: kandungan GGL rendah)
  • C (warna kuning: perlu dikonsumsi dengan bijak)
  • D (warna merah: perlu dibatasi sesuai kebutuhan atau kondisi kesehatan)

“Dengan pelabelan Nutri-Level diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih produk yang lebih sehat,” jelas Taruna dalam siaran persnya.

Baca Juga: BPOM Cabut Izin 8 Produk Kosmetik Kewanitaan, Diduga Langgar Norma Susila

Pencantuman Nutri Level nantinya akan diterapkan pada pangan olahan secara bertahap. Untuk tahap awal, kebijakan ini akan menargetkan produk minuman. Selama masa transisi, penerapan bersifat sukarela untuk memberi waktu adaptasi sebelum nantinya diwajibkan.

Ditegaskan, pencantuman Nutri Level bukan merupakan larangan untuk mengonsumsi suatu produk pangan olahan. Nutri Level, menurut Taruna, merupakan panduan untuk dapat lebih mudah membandingkan dan mengidentifikasi pilihan produk yang lebih sehat.

Begitupun bagi pengusaha, kebijakan baru ini diharapkan tidak membatasi pelaku usaha dalam memproduksi dan mengedarkan produknya.

“Harapannya, kebijakan ini dapat dimanfaatkan pelaku usaha sebagai peluang bisnis, untuk menjadi pionir dalam menciptakan tren konsumsi pangan olahan yang lebih sehat,” terang Taruna. dtk

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim
idulfitri

Terbaru