Thursday, April 2, 2026

Investasi Jepang Tumbuh 13,2 Persen, Kunjungan ke Jepang Perkuat Komitmen Proyek Strategis

Investasi Jepang Tumbuh 13,2%, Kunjungan ke Jepang Perkuat Komitmen Proyek Strategis

JAKARTA, Nawacita – Realisasi investasi Jepang di Indonesia dalam periode 2021–2025 tercatat mencapai USD17,1 miliar, dengan rata-rata pertumbuhan 13,2% dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 278.887 orang. Jepang saat ini menempati posisi sebagai investor terbesar ke-5 di Indonesia.

Kinerja tersebut menjadi dasar penguatan kerja sama dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani ke Jepang (31/3), sebagai tindak lanjut kemitraan investasi yang telah berlangsung lama.

Pada kunjungan ini, Menteri Investasi dan Hilirisasi mengundang CEO dari perusahaan-perusahaan besar Jepang untuk mendengarkan arahan dari Bapak Presiden Prabowo terkait komitmen Pemerintah Indonesia dalam upaya peningkatan kerjasama ekonomi dan investasi antara Indonesia dan Jepang.

Presiden Prabowo menyampaikan, kerja sama ekonomi Indonesia-Jepang yang telah terjalin panjang dan erat memiliki peran penting, termasuk dalam mendukung pemulihan ekonomi Indonesia pada era 1960-an.

Dalam pertemuan ini, Pemerintah juga mendengarkan berbagai pandangan dan masukan dari perusahaan-perusahaan Jepang terkait kegiatan investasi mereka di Indonesia. Presiden juga mengapresiasi para CEO perusahaan Jepang yang telah menyampaikan perkembangan investasi serta berbagai masukan konstruktif dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga: PM Takaichi Tegaskan: Jepang-Indonesia Siap Perkuat Kemitraan Strategis untuk Masa Depan Indo-Pasifik

“Di Jepang kita berhasil mendapatkan komitmen investasi kurang lebih USD23,6 miliar. Jadi pada intinya, investasi itu akan terus berjalan dan akan memberikan dampak yang positif pada perekonomian nasional,” jelas Menteri Rosan. 

Dalam pertemuan dengan para CEO perusahaan Jepang, sejumlah komitmen investasi dan pengembangan proyek strategis disampaikan, antara lain:

–  Tokyo Gas menjalin kerja sama dengan PLN untuk mendorong percepatan pengembangan proyek gasifikasi pembangkit listrik di kawasan Indonesia Timur, guna menggantikan pembangkit diesel dengan pemanfaatan liquefied natural gas (LNG) yang lebih ramah lingkungan.

–  Mitsui telah berkontribusi di banyak area dan proyek penting di Indonesia antara lain seperti pembangkit Listrik Paiton, proyek pupuk dan amonia dengan PT Pupuk Indonesia, mendukung program fase 1 Jakarta MRT, proyek LNG Tangguh, terminal kontainer NPCT1. Ke depan sektor yang akan dikembangkan antara lain meliputi ekonomi digital, real estate, retail dan makanan.

–  Toyota corporation selama 55 tahun investasinya di Indonesia telah mendukung penyerapan 360 ribu tenaga kerja dari jaringan rantai pasok 1.700 perusahaan. Melalui pendekatan “multiple pathway” perusahaan menawarkan “mobility for all” dengan produksi low-cost green car (LCGC), Hybrid EV, baterai EV, dan mesin E10 dan E20 yang kompatibel.

–  Itochu terlibat dalam dua proyek penting terkait kemandirian energi Indonesia yaitu pembangkit Listrik 2 GW di Jawa Tengah dan proyek Sarulla 300MW. Perusahaan membutuhkan dukungan Pemerintah terkait peningkatan kapasitas sehingga kedepan berpotensi untuk perluasan proyek geothermal.

–  INPEX Corporation berkomitmen dalam pengembangan Proyek LNG Abadi di Blok Masela, Pulau Tanimbar, Provinsi Maluku, yang telah mendapatkan persetujuan lingkungan, saat ini tengah memasuki tahap penyelesaian Front-End Engineering Design (FEED) dan penyelesaian kompensasi kepada masyarakat sebelum rencana groundbreaking dilakukan.

Dominasi Manufaktur sebagai Penggerak Utama

Selama ini, investasi Jepang di Indonesia didominasi oleh sektor manufaktur dengan kontribusi sekitar 65%, diikuti sektor jasa (30%) dan sektor primer (2%). Dominasi ini menunjukkan peran strategis Jepang dalam mendorong industrialisasi dan hilirisasi nasional.

Dari sisi wilayah, investasi Jepang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa sebesar 94%, dengan sebaran utama di Jawa Barat (46%), DKI Jakarta (15%), Jawa Timur (14%), Jawa Tengah (10%), dan Banten (10%).

Pemerintah memandang komitmen tersebut akan memperkuat peran Jepang dalam pengembangan industri, energi bersih, serta transformasi ekonomi nasional ke depan.

ncnws.

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim
idulfitri

Terbaru