Thursday, April 2, 2026

Dorong Pembangunan Wisata Prioritas yang Holistik, DPRD Bojonegoro Bahas Raperda tentang RIPPARKAB

Dorong Pembangunan Wisata Prioritas yang Holistik, DPRD Bojonegoro Bahas Raperda tentang RIPPARKAB

BOJONEGORO, Nawacita – Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro melalui Panitia Khusus (Pansus) II melaksanakan rapat kerja membahas Raperda tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (RIPPARKAB) Bojonegoro 2026-2030, Kamis (2/4/2026) di ruang Komisi B.

Rapat kerja tersebut, diikuti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bojonegoro (DPMPTSP), Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Dindakop UM), Dinas Perhubungan, serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Bojonegoro.

Ketua Pansus II, Donny Bayu Setyawan menjelaskan, wisata RIPPARKAB berbicara tentang rencana pembangunan pariwisata selama 5 tahun ke depan, mengikuti RPJM Kabupaten Bojonegoro. RIPPARKAB lama, habisnya tahun 2025, tapi baru bisa dibahas di tahun 2026. Meski demikian, masa berlakunya sampai tahun 2030 untuk menentukan arah pariwisata Bojonegoro akan ke mana fokusnya.

“Raperda ini disusun setelah melalui FGD. Hari ini kita finalisasi pembahasan substansinya setiap pasalnya. Nanti kita akan membagi 5 KSPD (Kawasan Strategis Pariwisata Daerah). Selain itu, kita punya destinasi pariwisata prioritas, kita arahnya membangun Geopark, kita arahkan supaya pariwisata prioritas kedepan kita adalah yang yang Geopark baik itu biologikalnya biologikalnya maupun kulturalnya. Memang hingga tahun 2030 kita fokus pembangunan pariwisata itu,” ulasnya.

Baca Juga: Hadapi Ancaman Energi Global, DPRD Jatim Minta Warga Percaya pada Pemerintah dan Pertamina

Tindak lanjut dari pembahasan Raperda RIPPARKAB ini, Pansus II mendorong semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan pariwisata prioritas yang holistik, karena bukan hanya tugas dari Disbudpar Kabupaten Bojonegoro saja, namun semua harus saling mendukung. Menurutnya, berbicara infrastruktur, UKM, perizinan, hingga promosi, kaitannya dengan wisata. Sehingga OPD terkait harus saling mendukung.

“Membangun wisata ungkitannya besar, diharapkan dapat mengungkit daya ekonomi masyarakat,” harap Donny.

Kepala Disbudpar, Elzadeba Agustina, melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Amin Asrofin saat ditemui Nawacita.co usai rapat mengatakan pihaknya mendapatkan masukan dari DPRD, juga dari dinas-dinas terkait untuk kerjasama membangun pariwisata Bojonegoro. Di antaranya, Dindakop UM terkait kerjasama, Dinas Perhubungan terkait perlengkapan transportasi dan rambu-rambu petunjuk untuk menuju destinasi wisata, terkait perizinan dari DPMPTSP, dan lainnya. Amin menambahkan, dalam Raperda tentang RIPPARKAB juga ada lampiran bahwa tugas pembangunan pariwisata bukan hanya Disbudpar saja, melainkan juga didukung semua OPD.

“Tindak lanjut dari rapat ini, segera kami revisi, koordinasi, dan kembalikan lagi ke DPRD. Hari ini langsung kami selesaikan dokumennya,” kata Amin.

Reporter: Parto Sasmito

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim
idulfitri

Terbaru