Kolaborasi Jatim-Australia, Industri Kulit dan Sapi Jadi Andalan Ekonomi
Surabaya, Nawacita.co – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyambut peluang kerja sama dengan Pemerintah Australia dalam penguatan industri kulit di Jawa Timur.
Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Duta Besar RI untuk Australia saat kunjungan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
“Kunjungan kali ini bertujuan untuk membuka akses bahan baku kulit guna memenuhi kebutuhan industri lokal, termasuk untuk produk alas kaki hingga olahan makanan seperti rambak, ” Ujar Khofifah.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa sektor perkulitan dan persapian merupakan kekuatan ekonomi daerah yang didukung banyak pelaku usaha dan pengrajin.
Namun, keterbatasan bahan baku masih menjadi tantangan utama, sehingga kolaborasi dengan mitra internasional dinilai penting untuk memperkuat daya saing produk di pasar domestik maupun global.
Baca Juga: Khofifah Pastikan LPG Aman, Ajak Warga Jatim Tidak Panic Buying
Sementara itu, Duta Besar RI di Canberra, Siswo Pramono, menjelaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya mencakup pasokan sapi, tetapi juga pemanfaatan kulit untuk industri halal.
“Indonesia mengimpor sekitar 500 ribu ekor sapi per tahun dari Australia, yang kemudian digemukkan di dalam negeri sebelum diolah. Proses tersebut dinilai membuka peluang besar bagi industri kulit, terutama dengan jaminan standar halal yang dibutuhkan untuk ekspor ke pasar Timur Tengah,” tambah Siswo.
Ia mengungkapkan, selain perdagangan, kerja sama tersebut juga diarahkan pada investasi industri pengolahan kulit di Jawa Timur.
“Dengan dukungan perjanjian IA-CEPA, nilai perdagangan kedua negara terus meningkat signifikan,” Imbuh Siswo.
Emil menegaskan, Pemprov Jatim pun optimistis kolaborasi ini akan memperkuat industri lokal, memperluas pasar ekspor, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis peternakan dan produk turunannya.
Reporter: Alus



