Tuesday, March 31, 2026

Instagram Hadirkan Fitur Premium, Pengguna harus Berlangganan

Instagram Hadirkan Fitur Premium, Pengguna harus Berlangganan

Jakarta, Nawacita | Kabar gembira buat kamu yang menginginkan fitur ekstra di Instagram, tapi ada syaratnya: siap-siap merogoh kocek setiap bulan. Meta disebut mulai menguji coba layanan langganan premium terbarunya yang diberi nama Instagram Plus.

Langkah ini menyusul pengumuman Meta pada Januari lalu yang berniat menghadirkan fitur berbayar di ekosistem aplikasinya, termasuk Facebook dan WhatsApp. Melansir laporan TechCrunch, uji coba Instagram Plus ini sudah muncul di beberapa negara seperti Jepang, Meksiko, dan Filipina.

Menariknya, fitur-fitur yang ditawarkan mayoritas berfokus pada peningkatan pengalaman menggunakan Instagram Stories. Salah satu fitur yang paling mencolok dan mungkin paling dicari adalah kemampuan untuk melihat Story orang lain tanpa ketahuan (anonymous story viewing).

Tak hanya itu, para pelanggan kasta Plus ini juga bisa melihat berapa kali Story mereka ditonton ulang oleh orang yang sama, hingga memperpanjang durasi tayang Story menjadi 48 jam. Ada juga fitur Superlike dan kemampuan untuk melakukan spotlight pada Story seminggu sekali guna meningkatkan jangkauan (visibility) unggahan tersebut.

Baca Juga: WhatsApp dan Instagram Dikabarkan Akan Berbayar, Berikut Penjelasannya

Bagi pengguna yang butuh privasi lebih, Instagram Plus menyediakan fitur daftar audiens tanpa batas. Ini merupakan pengembangan dari fitur Close Friends yang sudah ada, sehingga pengguna bisa lebih fleksibel mengelompokkan siapa saja yang boleh melihat unggahan tertentu. Selain itu, pelanggan bisa mencari nama spesifik dalam daftar penonton Story mereka.

Meta sendiri sebenarnya bukan pemain pertama yang terjun ke ranah langganan premium. Snapchat+ sudah lebih dulu sukses dengan menggaet lebih dari 25 juta pelanggan, disusul oleh X (dahulu Twitter) dengan layanan X Premium-nya.

Perlu dicatat, Instagram Plus ini berbeda dengan layanan Meta Verified yang memberikan centang biru dan perlindungan akun. Jadi, ini murni soal fitur fungsional di dalam aplikasi.

Soal harga, Meta memang belum merilis pernyataan resmi. Namun, berdasarkan laporan pengguna di wilayah uji coba, harganya tergolong cukup miring. Di Filipina, tarifnya hanya sekitar USD 1 atau setara Rp 15 ribuan, sementara di Jepang dan Meksiko dipatok sedikit di atas USD 2 (sekitar Rp 30 ribuan).

Belum ada informasi pasti kapan fitur ini akan menyambangi pengguna di Indonesia. Tapi melihat trennya, sepertinya Meta ingin melihat dulu seberapa haus pengguna di pasar Asia dan Amerika Latin terhadap fitur-fitur “pengintip” Story ini. dtk

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim
idulfitri

Terbaru