Mengenal Pohon Sahabi, Sahabat Nabi Muhammad SAW Satu-satunya yang Masih Hidup di Dunia Ini
JAKARTA, Nawacita – Mengenal Pohon Sahabi, Di tengah gersangnya gurun pasir Safawi di wilayah utara Yordania, berdiri kokoh sebuah pohon pistachio yang rimbun dan hijau. Pohon ini bukanlah pohon biasa. Ia dikenal dengan nama Pohon Sahabi (The Blessed Tree atau Al-Buqayawiyya), dan sering dijuluki sebagai “satu-satunya sahabat Nabi Muhammad SAW yang masih hidup” di muka bumi ini.
Baru-baru ini, kisah menakjubkan tentang pohon ini kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Pohon Sahabi diyakini menjadi saksi bisu masa kecil Rasulullah SAW jauh sebelum masa kenabiannya tiba.
Mari kita napak tilas sejenak ke masa 1.400 tahun silam untuk mengetahui sejarah luar biasa di balik pohon yang diberkahi ini.
Kisah bermula ketika Nabi Muhammad SAW masih berusia belia (sekitar 9 hingga 12 tahun). Saat itu, beliau diajak oleh sang paman, Abu Thalib, untuk ikut dalam rombongan kafilah dagang dari Makkah menuju Syam (sekarang wilayah Suriah).
Baca Juga: Daftar Makanan Favorit Nabi Muhammad SAW serta Manfaatnya
Di tengah perjalanan yang sangat melelahkan dan panas terik gurun pasir, rombongan kafilah tersebut memutuskan untuk berhenti dan beristirahat di daerah Safawi, Yordania. Di tempat inilah keajaiban-keajaiban yang menjadi pertanda kenabian mulai terlihat.

Dua Keajaiban yang Disaksikan Alam
Menurut catatan sejarah Islam, ada dua keajaiban alam yang terjadi saat Muhammad kecil beristirahat:
Pohon yang Merunduk: Ketika Muhammad duduk berteduh di bawah pohon pistachio tersebut, ranting-ranting dan dedaunannya secara menakjubkan merunduk untuk memberikan naungan dan keteduhan maksimal bagi beliau.
Awan yang Menaungi: Sepanjang perjalanan, gumpalan awan selalu bergerak mengikuti dan menaungi Muhammad kecil, melindunginya dari sengatan panas matahari gurun.
Keanehan alam ini ternyata diamati secara saksama oleh seorang pendeta Nasrani yang sangat alim bernama Bahira (Buhaira). Melihat tanda-tanda kenabian yang tertulis dalam kitab-kitab terdahulu (Taurat dan Injil) terwujud pada diri anak tersebut, Pendeta Bahira segera mengundang seluruh rombongan kafilah Abu Thalib untuk jamuan makan siang.
Setelah mengamati ciri-ciri fisik Muhammad dari dekat, termasuk menemukan “Tanda Kenabian” (Khatam An-Nubuwwah) di antara kedua pundaknya, Bahira semakin yakin. Ia pun memberikan nasihat tegas kepada Abu Thalib agar segera membawa keponakannya itu kembali ke Makkah. Bahira khawatir jika kaum Yahudi atau pihak musuh mengetahui identitas anak tersebut, keselamatan nyawa calon nabi terakhir itu akan terancam.
Kondisi Pohon Sahabi Saat Ini
Kini, setelah belasan abad berlalu, Pohon Sahabi tersebut masih tumbuh subur dan rimbun. Keberadaannya bak keajaiban, karena ia berdiri sendirian di tengah gurun yang sangat tandus, tanpa ada satu pun tanaman atau pohon lain yang tumbuh di radius puluhan kilometer sekitarnya.
Saat ini, kelestarian Pohon Sahabi dikelola dan dijaga ketat oleh Pemerintah Yordania. Tempat ini telah menjadi destinasi ziarah sejarah yang sangat populer bagi umat Islam di seluruh dunia yang ingin mengenang kembali jejak awal kenabian Rasulullah SAW.
Wallahu a’lam bishawab.
inhnws.



