Monday, March 30, 2026

Bulan Syawal Penuh Berkah, Ini 9 Amalan yang Dianjurkan untuk Dikerjakan

Bulan Syawal Penuh Berkah, Ini 9 Amalan yang Dianjurkan untuk Dikerjakan

NawacitaBulan Ramadan boleh saja berakhir dan kita berjumpa dengan bulan Syawal. Namun, kita tetap harus konsisten beribadah kepada Allah SWT.

Bahkan, ada amalan pada bulan Syawal yang memiliki berbagai keutamaan dan sangat sayang jika dilewatkan.

Apa Keutamaan Bulan Syawal?

Berikut ini adalah beberapa keutamaan bulan Syawal yang perlu diketahui umat Islam:

1. Momen Saling Memaafkan

Setelah satu bulan berpuasa, umat Islam merayakan Idulfitri yang jatuh pada tanggal 1 Syawal.

Oleh karena itu, bulan ini sering disebut juga sebagai bulan kemenangan dan menjadi momentum untuk saling memaafkan.

Dalam surah Al-Hujurat ayat 10, Allah SWT menegaskan setiap hamba-Nya untuk menjaga tali persaudaraan dan bertakwa kepada-Nya.

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”

2. Penyempurna Ibadah Ramadan

Berbagai amalan pada bulan Syawal, khususnya puasa Syawal, menjadi penyempurna ibadah Ramadan.

Ibadah tersebut juga merupakan bentuk istikamah dan tanda syukur setelah menahan hawa nafsu selama bulan Ramadan.

3. Puasa 6 Hari

Puasa enam hari menjadi amalan utama pada bulan Syawal. Pahalanya setara dengan berpuasa setahun, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Barangsiapa berpuasa Ramadan kemudian diikuti dengan enam hari pada bulan Syawal, maka seakan-akan ia berpuasa sepanjang tahun.” (HR Muslim).

4. Momen Bersedekah

Bersedekah bisa dilakukan kapan saja. Namun, berinfak pada bulan Syawal juga dianjurkan sebagai wujud konsistensi ibadah dan rasa syukur.

5. Keberkahan

Bulan Syawal merupakan bulan penuh keberkahan sekaligus menjadi momentum untuk mempertahankan kebiasaan baik yang sudah dilakukan selama bulan Ramadan.

Apa Saja Amalan Bulan Syawal?

1. Puasa 6 Hari

Amalan utama pada bulan Syawal adalah puasa enam hari. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian mengikutkannya dengan enam hari pada bulan Syawal, maka seolah-olah ia telah berpuasa selama setahun penuh.” (HR Muslim).

Hadis itu menjelaskan bahwa keutamaan puasa Syawal enam hari adalah mendapat pahala seperti berpuasa satu tahun.

Selain itu, beberapa ulama besar seperti Imam Nawawi dan Ibnu Rajab menyebut keutamaan puasa Syawal bukan hanya dari segi pahala.

Keutamaan lainnya adalah sebagai wujud syukur kepada Allah karena telah memberi kemampuan menjalankan puasa Ramadan.

Ibadah ini bisa dilakukan beruntun sejak tanggal 2 Syawal, di pertengahan bulan, atau pada enam hari terakhir bulan itu.

Ibadah ini bisa juga dilakukan secara berangsur atau tidak berturut-turut. Namun, pastikan bahwa sudah membayar utang puasa Ramadan terlebih dahulu sebelum puasa pada bulan Syawal.

2. Menyambung Silaturahmi

Syawal merupakan bulan yang baik untuk menyambung atau mempererat tali silaturahmi. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

“Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik pada-Nya, dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat).” (HR Bukhari).

3. Meningkatkan Sedekah

Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk bersedekah kapan pun sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Sedekah juga bisa menjadi salah satu pintu pembuka rezeki, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR Muslim).

4. Puasa Ayyamul Bidh

Selain puasa enam hari, puasa ayyamul bidh juga bisa dilakukan pada bulan Syawal.

Ibadah ini dikerjakan selama tiga hari berturut-turut pada setiap bulan qamariyah dalam kalender hijriah, yakni tanggal 13, 14, dan 15.

Namun, puasa ayyamul bidh tidak dikerjakan pada tanggal 13 bulan Dzulhijjah karena bertepatan dengan hari Tasyriq.

Adapun keutamaan terbesar puasa ayyamul bidh adalah pahalanya setara dengan puasa satu tahun penuh.

Puasa sunah ini didasarkan pada hadis riwayat An-Nasai sebagai berikut: “Puasa tiga hari setiap bulan bagaikan berpuasa sepanjang tahun.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam hadis lainnya, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Wahai Abu Dzar, jika engkau berpuasa tiga hari dalam sebulan, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15.” (HR At-Tirmidzi, An-Nasai, dan dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani).

5. Menikah di Bulan Syawal

Menikah juga termasuk amalan yang disunahkan pada bulan Syawal, sebagaimana sunah Nabi Muhammad SAW yang dijelaskan dalam hadis berikut:

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menikahiku pada bulan Syawal dan berkumpul denganku pada bulan Syawal, maka siapa di antara istri-istri beliau yang lebih beruntung dariku?” (HR Muslim).

6. Istikamah Beribadah

Amalan lain yang bisa dilakukan pada bulan Syawal adalah menjaga konsistensi ibadah yang sudah dikerjakan selama bulan Ramadan.

Selain salat lima waktu, salat-salat sunah lain seperti duha, tahajud, hingga rutin membaca Alquran juga sangat dianjurkan untuk tetap dikerjakan.

7. Memperbanyak Doa dan Zikir

Berdoa dan berzikir merupakan perintah langsung dari Allah SWT yang tercantum dalam Alquran.

“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Gafir: 60).

Sementara, dalam surah Al-Ahzab ayat 41-42, Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.”

8. Membayar Utang Puasa

Setelah bulan Ramadan berakhir, umat Islam yang memiliki utang puasa dianjurkan untuk membayarnya atau mengqadanya pada bulan Syawal.

Adapun perintah untuk mengqada puasa tercantum dalam surah Al-Baqarah ayat 184 yang artinya:

“(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

9. Itikaf

Amalan lain yang disunahkan pada bulan Syawal adalah itikaf atau berdiam diri di masjid, sebagaimana kebiasaan Nabi Muhammad SAW.

“Kemudian Nabi tidak beritikaf pada bulan Ramadan tersebut dan beritikaf sepuluh hari pada bulan Syawal.” (HR Bukhari). inlh

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim
idulfitri

Terbaru