Saturday, March 28, 2026

Mengapa Rumah di Santorini Didominasi Warna Putih? Ini Penjelasannya

Mengapa Rumah di Santorini Didominasi Warna Putih? Ini Penjelasannya

Jakarta, Nawacita | Di setiap wilayah biasanya memiliki desain rumah yang sesuai dengan keadaan daerahnya, misalnya di dekat laut. Desain rumah khas dekat laut memastikan siapa pun yang tinggal di dalamnya tidak kepanasan layaknya tinggal di dalam oven.

Sebagai contoh, rumah-rumah di Santorini, Yunani. Rumah di daerah ini cukup terkenal karena warna rumahnya yang seragam, yakni putih, berada di pulau karang, dan berlatar lautan.

Alasan pemakaian warna putih ternyata bukan karena hanya sekadar estetika atau menunjukkan sebagai kawasan wisata. Dilansir The Week, cat putih tersebut merupakan tameng penting untuk melindungi penghuni rumah dari panas matahari.

Jika melihat beberapa foto permukiman di Santorini, di sana jarang terlihat pepohonan rindang sehingga bangunannya tidak memiliki tameng dari cahaya matahari. Tanaman yang terlihat hanya tanaman hias berbunga.

Lalu, kawasan Santorini berada di atas medan berbatu berwarna gelap. Hal ini menyebabkan sinar matahari yang menyinari rumah-rumah akan diserap oleh batu-batu gelap, membuat bagian dalam rumah menjadi sangat panas.

Rumah di Santorini (Foto: pixabay)

Untuk mengatasi masalah ini, rumah-rumah di Santorini pun dicat putih. Keputusan ini juga pernah menjadi kebijakan nasional pada 1938 bahwa rumah-rumah di pulau-pulau harus dicat dengan warna biru dan putih. Pada saat itu, Yunani sedang mengalami wabah kolera atau infeksi usus bakteri Vibrio cholerae yang menyebabkan diare dan dehidrasi selama kediktatoran Ioannis Metaxas.

Mungkin terdengar tidak masuk akal, penyakit pencernaan dengan warna cat rumah. Namun, ada korelasinya. Pada saat itu, cat putih yang dipakai tidak mengandung bahan kimia seperti saat ini. Dahulu, cat putih berasal dari batu kapur yang bisa menjadi disinfektan bakteri.

Manfaat warna putih untuk mengurangi panas di rumah juga dipercaya hingga saat ini dan dapat dibuktikan secara ilmiah. Bahkan tanpa memakai batu kapur, cat putih yang cair pun bisa.

Cat putih yang tersedia secara komersial menjaga bangunan tetap lebih dingin daripada cat gelap karena memantulkan 80-90 persen sinar matahari. Namun, sebagian besar mengandung titanium dioksida, yang menyerap sekitar 10 persen sinar matahari sehingga tidak dapat menurunkan suhu di bawah suhu lingkungan sekitarnya.

Mantan Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, mengatakan kepada BBC News pada tahun 2019 bahwa mengecat atap bangunan dengan warna putih dapat mengurangi suhu internal hingga 7 derajat. dtk

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim
idulfitri

Terbaru