Saturday, March 28, 2026
Home DAERAH JATIM Dinkes Jatim Tender Proyek Rp22,9 Miliar Gedung Farmasi disaat Gubernur Khofifah Ajak...

Dinkes Jatim Tender Proyek Rp22,9 Miliar Gedung Farmasi disaat Gubernur Khofifah Ajak Berhemat

0
777
Dinkes Jatim
Kantor Dinkes Jatim di Jalan A Yani Surabaya.
Disbun Idulfitri

SURABAYA, Nawacita – Dinas Kesehatan Jawa Timur membuat pengumuman tender pembangunan Tahap II Gedung Instalasi Farmasi dengan nilai Pagu Rp22,94 miliar. Menariknya, proyek ini diluncurkan ditengah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sedang serius melaksanakan efisiensi anggaran ditengah situasi ekonomi Global yang sedang tidak menentu.

Proyek Pembangunan Gedung Farmasi yang diumumkan pada 2 Maret 2026 ini masuk dalam kategori belanja modal bangunan kesehatan dengan sumber dana APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026. Paket pekerjaan berupa konstruksi fisik tersebut akan dilaksanakan di Surabaya dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Disbun Idulfitri

Baca Juga : Pemprov Jatim Targetkan Penghematan BBM hingga 108 Ribu Liter per Bulan dari Kebijakan WFH ASN

Nominal biaya proyek yang mencapai hampir Rp23 miliar ini justru memunculkan pertanyaan terkait urgensi dan prioritas penggunaannya. Dari data yang diterima, secara teknis, pembangunan tahap II ini mencakup gedung tiga lantai dengan spesifikasi cukup kompleks. Lantai pertama akan difungsikan untuk area logistik utama, termasuk ruang penyimpanan bersuhu khusus seperti cold room (2–8℃), freezer room, area karantina, hingga fasilitas bongkar muat dan lift barang. Lantai kedua dirancang untuk penyimpanan obat-obatan khusus seperti narkotik dan psikotropika dengan sistem keamanan berlapis, sementara lantai ketiga difokuskan untuk penyimpanan alat kesehatan serta obat kedaluwarsa.

Baca Juga : Sejumlah OPD di Jatim Dilarang WFH, Ini Daftarnya

Selain itu, fasilitas pendukung seperti ruang administrasi, area pelayanan, hingga sarana difabel juga menjadi bagian dari pembangunan. Proyek ini juga diklaim memenuhi aspek pengadaan berkelanjutan, mencakup sisi ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Tender proyek ini dijadwalkan berlangsung mulai Maret hingga Mei 2026, dengan masa pelaksanaan konstruksi dari Mei hingga Desember 2026. Dengan besarnya nilai anggaran yang digelontorkan, proyek ini diperkirakan akan menjadi salah satu sorotan dalam pengelolaan belanja daerah tahun ini.

Redaksi mencoba melakukan konfirmasi Kepala Dinkes Jatim dr Erwin Astha Triyono pada Sabtu (28/3/2026), tidak memberikan respons. Pesan whatsapp ke nomor selulernya belum ditanggapi. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak Dinkes Jatim terkait urgensi pembangunan tahap II gedung instalasi farmasi tersebut di tengah kebijakan efisiensi yang sedang berjalan. bdo