Khofifah Ungkap Potensi Kekeringan, Puncak Diprediksi Mei-Agustus
SURABAYA, Nawacita – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengingatkan potensi ancaman ganda bencana hidrometeorologi yang tengah dihadapi Jawa Timur, mulai dari banjir hingga kekeringan yang diprediksi mulai terjadi pada April 2026.
Hal itu disampaikan Khofifah usai rapat koordinasi bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, di Gedung Negara Grahadi, Jumat (27/3/2026). Ia menyebut, meski sejumlah wilayah masih dilanda banjir, beberapa daerah seperti Tuban mulai mengalami kekeringan.
“Dari BMKG, April ini beberapa daerah sudah mulai kekeringan, dan puncaknya diperkirakan terjadi pada Mei hingga Agustus,” ujar Khofifah.
Menghadapi kondisi tersebut, Pemprov Jatim menyiapkan langkah antisipatif, terutama untuk menjaga ketahanan pangan.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Lebaran Bareng 250 Ojek Online, Apresiasi Pekerja Informal
“Antisipasi dari pemerintah nanti salah satunya dengan menyiapkan sumur dalam guna mendukung irigasi sawah, agar indeks pertanaman tetap terjaga dan produksi padi tidak menurun,” Kata Khofifah.
Khofifah menegaskan, Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional harus tetap mampu menjaga stabilitas produksi, baik untuk beras, jagung, hingga komoditas peternakan.
“Nantinya, peta risiko bencana dari BNPB akan menjadi acuan dalam menyusun langkah strategis yang terukur ke depan,” tutup Khofifah.
(Alus)



