Thursday, March 26, 2026

Australia Alami Krisis BBM, 500 SPBU Tak Beroperasi

Australia Alami Krisis BBM, 500 SPBU Tak Beroperasi

Jakarta, Nawacita | Jumlah SPBU yang kehabisan BBM di Australia terus bertambah dari hari ke hari. Bahkan, yang terbaru, jumlahnya sudah hampir 500 titik!

Pada Rabu (25/3/2026), Kementerian Energi setempat melaporkan ada 225 SPBU yang kehabisan BBM di Australia. Namun, saat ini, angkanya sudah mencapai 470 SPBU. Menurut laporan ABC News, setidaknya ada satu jenis bahan bakar yang benar-benar kosong.

Situasi tersebut membuat pemerintah Australia langsung memutar otak. Mereka mengambil langkah cepat melalui rapat darurat kabinet nasional.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dijadwalkan menggelar rapat darurat kedua bersama para pemimpin negara bagian dan teritori pekan depan. Pertemuan ini bertujuan memperkuat koordinasi nasional di tengah tekanan krisis energi yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Baca Juga: Imbas Perang di Timur Tengah, Harga BBM di Thailand Naik Rp 3.000 per Liter

“Koordinasi itu penting agar kita memiliki konsistensi secara nasional,” kata Albanese di parlemen, dikutip Kamis (26/3/2026).

Krisis itu terjadi seiring lonjakan harga minyak global setelah Iran memblokade Selat Hormuz yang menjadi jalur penting dalam distribusi minyak dunia. Dampaknya, biaya energi meningkat dan mulai mengganggu berbagai sektor industri serta berpotensi mendorong kenaikan harga barang.

Menurut catatan kementerian terkait, kekosongan BBM terjadi di berbagai wilayah seperti Victoria, Queensland, dan New South Wales. Kabarnya, Victoria menjadi salah satu kawasan yang ‘paling lumpuh’ selama meroketnya harga minyak dunia.

Baca Juga: Imbas Perang dengan Iran, Harga BBM di AS Melonjak Tajam

Pemerintah setempat menegaskan, kondisi ini juga dipicu lonjakan permintaan, bukan semata-mata kekurangan pasokan, dan mengimbau masyarakat tak melakukan pembelian panik alias panic buying.

Di beberapa kawasan di Australia, ada sejumlah SPBU yang stoknya diklaim masih cukup. Itulah mengapa, kalangan oposisi meminta stoknya dipindahkan ke titik-titik lain yang mulai kehabisan BBM.

“Stoknya ada, itulah yang terus mereka katakan kepada kita. Jadi jawabannya harus sederhana. Pindahkan stok BBM ke SPBU yang sudah kehabisan stok,” kata pemimpin oposisi Angus Taylor kepada Channel Nine.

Pemerintah Australia juga telah menerima sejumlah masukan di tengah situasi yang tak menentu. Mulai dari penjatahan, pengurangan pajak bahan bakar, hingga menggratiskan transportasi umum terutama yang bertenaga non-BBM. dtk

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim
idulfitri

Terbaru