Jakarta, nawacita – Enaknya Gus Yaqut menjadi lontaran pembicaraan di seluruh negeri. Bagaimana tidak, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Budi Prasetyo, menegaskan bahwa tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji 2023–2024, bekas Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut), bisa hirup udara segar sejak Kamis 19/3/2026 malam.
KPK juga mengakui jika adik Ketua Umum PBNU itu tidak dalam kondisi sakit saat dialihkan ke tahanan rumah. Keputusan tersebut, menurutnya, murni berdasarkan permohonan dari pihak keluarga. “Bukan karena kondisi sakit. Jadi memang karena ada permohonan dari pihak keluarga, kemudian kami proses,” ujar Budi kepada awak media, Minggu (22/3/2026).
Budi menjelaskan bahwa perbedaan perlakuan antara Yaqut dengan tersangka lain seperti mantan Gubernur Papua Lukas Enembe merupakan hal yang wajar dalam proses hukum. “Setiap proses penyidikan tentu memiliki kondisi dan strategi penanganan perkara yang berbeda, termasuk dalam penahanan seseorang sebagai tersangka,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pengalihan penahanan ini bersifat sementara. Selama menjalani tahanan rumah, KPK tetap melakukan pengawasan melekat dan pengamanan terhadap yang bersangkutan.
“Kami pastikan bahwa proses pengalihan penahanan untuk sementara waktu ini sesuai ketentuan dan prosedur penyidikan maupun penahanan terhadap seorang tersangka,” klaim Budi.
Keberadaan Yaqut Terungkap dari Istri Tahanan Lain
Pengalihan status tahanan Yaqut ke rumah pertama kali terungkap dari pernyataan Silvia Harefa, istri eks Wamenaker Immanuel Ebenezer (Noel), yang tengah menjenguk suaminya di Rutan KPK.
Silvia mengatakan bahwa saat acara jenguk Idulfitri berlangsung, ia tidak melihat Yaqut di dalam rutan. Menurutnya, para tahanan lain juga bertanya-tanya soal keberadaan Yaqut yang telah keluar sejak Kamis malam.
“Ini sih, tadi sih sempat enggak ngelihat Gus Yaqut ya. Infonya sih katanya keluar hari Kamis malam,” kata Silvia di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Ia mengklaim bahwa semua tahanan mengetahui kepergian Yaqut dan sempat memperbincangkannya. “Semuanya pada tahu mengenai itu. Cuma mereka kan bertanya-tanya saja gitu kan katanya ada pemeriksaan, tapi kan enggak mungkin kalau menjelang malam takbiran ada periksa gitu kan. Sampai hari ini nggak ada,” sambungnya.
Sementara itu, Silvia sendiri hadir dalam acara jenguk Lebaran yang digelar KPK dengan membawa sayur ketupat. Ia mengaku mendapat jatah tersebut dari koordinator kelompok keluarga para tahanan KPK, meskipun sayur ketupat bukan makanan kesukaan sang suami. bdo



