Perjalanan Mudik Lebih Aman, Ibu Hamil Perlu Lakukan Ini agar Kaki Tak Bengkak
JAKARTA, Nawacita — Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, lebih dari 143 juta masyarakat Indonesia diperkirakan akan melakukan mudik. Perjalanan jarak jauh ini tentunya membutuhkan persiapan yang matang terutama bagi ibu hamil dan ibu menyusui.
Pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Dr Dewi Purnamawati, mengatakan perjalanan mudik jarak jauh memiliki risiko tersendiri bagi ibu hamil. Menurut dia, kelelahan dan stres fisik selama perjalanan dapat memicu berbagai keluhan, seperti kaki bengkak, pusing, hingga kontraksi.
Ibu hamil juga perlu mewaspadai risiko mual dan muntah pada trimester awal, serta kemungkinan terjadinya trombosis akibat duduk terlalu lama selama perjalanan. Untuk mengurangi risiko tersebut, ia menyarankan agar ibu hamil rutin menggerakkan kaki dan melakukan peregangan ringan.
“Bagi ibu hamil yang akan mudik untuk menggunakan pakaian yang longgar dan nyaman. Selain itu, lakukan peregangan ringan secara berkala, serta hindari duduk terlalu lama,” kata Dewi dalam keterangan tertulis, dikutip pada Senin (16/3/2026).
la pun mengingatkan ibu hamil dengan dengan kondisi berisiko tinggi, seperti hipertensi, preeklamsia, atau memiliki riwayat perdarahan, agar mempertimbangkan kembali rencana mudik. Pasalnya, perjalanan jarak jauh berpotensi mengganggu kesehatan mereka.
Sementara itu, ibu menyusui dinilai rentan mengalami kelelahan karena harus menjaga bayi sekaligus kondisi tubuhnya sendiri. Dewi menekankan pentingnya menjaga asupan cairan dan kalori agar produksi ASI tetap optimal.
“Tetap menyusui atau memerah ASI secara teratur dan jangan ditunda, karena dapat menyebabkan bendungan ASI. Kebersihan juga harus dijaga dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah menyusui,” kata dia.

Dewi pun mengingatkan keluarga untuk peka terhadap tanda-tanda gangguan kesehatan selama mudik. Pada ibu hamil, tanda bahaya meliputi nyerì perut, kontraksi, perdarahan, sakit kepala hebat, hingga pandangan kabur. Sedangkan pada íbu menyusui, demam dan nyeri payudara berlebihan bisa menjadi sinyal masalah kesehatan.
“Jika muncul tanda-tanda tersebut, jangan ragu mencari fasilitas kesehatan terdekat,” kata dia.
Dewi berpesan agar keluarga tidak memaksakan mudik bila kondisi tubuh tidak fit, serta merencanakan perjalanan sejak jauh hari, termasuk memetakan rute, kondisi kendaraan, dan lokasi fasilitas kesehatan.
“Mudik seharusnya menjadi momen bahagia bersama keluarga. Dengan perencanaan yang baik dan perhatian pada kesehatan, perjalanan bisa tetap aman, nyaman, dan menyenangkan,” kata dia.
Mudik motor bersama anak
Dalam kesempatan berbeda, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAl) mengingatkan masyarakat yang mudik menggunakan sepeda motor bersama anak agar memperhatikan aspek keselamatan. Imbauan ini disampaikan mengingat sepeda motor masih jadi moda transportasi andalan bagi pemudik.
Berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Masyarakat Angkuran Lebaran Kementerian Perhubungan RI, jumlah pemudik tahun 2026 diperkirakan mencapai 146,48 juta orang atau sekitar 52 persen penduduk Indonesia. Lalu 12,74 juta orang di antaranya menggunakan sepeda motor untuk mudik.
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Aris Adi Leksono, mengatakan bagi sebagian masyarakat sepeda motor masih menjadi moda transportasi yang paling mudah diakses dan terjangkau untuk pulang ke kampung halaman. Namun perjalanan jarak jauh dengan sepeda motor memiliki risiko tinggi, terutama bagi anak. Untuk itu, penting bagi orang tua memastikan keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan anak selama perjalanan mudik.
Baca Juga: IDAI Ingatkan Orang Tua, Ini Tips Mudik Aman Saat Membawa Anak
“KPAI mengimbau para pemudik yang menggunakan sepeda motor bersama anak untuk benar-benar memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan anak selama perjalanan. Pastikan anak mendapatkan perlindungan yang memadai serta waktu istirahat yang cukup,” kata Aris dalam keterangan tertulis, dikutip pada Ahad (15/3/2026).
la menjelaskan perjalanan jarak jauh dapat membuat anak lebih rentan mengalamì kelelahan, dehidrasi, hingga gangguan kesehatan, terutama jika perjalanan berlangsung lama dan kondisi lalu lintas padat. Karena itu, KPAl mengimbau para pemudik sepeda motor untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik dan aman sebelum melakukan perjalanan. Selain itu, orang tua juga diminta menggunakan perlengkapan keselamatan yang memadai bagi anak serta melakukan istirahat secara berkala selama perjalanan.
“Orang tua harus memastikan anak mendapatkan makanan, minuman, dan waktu istirahat yang cukup,” kata Aris.
KPAI juga mendorong pemerintah daerah, dinas perhubungan, dan pemangku kepentingan di jalur mudik untuk memperkuat dukungan bagi pemudik sepeda motor. Dukungan tersebut antara lain dengan menyediakan tempat istirahat yang layak, bersih, dan ramah anak di sepanjang jalur mudik. Lalu memastikan ketersediaan fasilitas sanitasi serta ruang istirahat keluarga, serta menyediakan posko pelayanan dan kesehatan yang mudah diakses oleh pemudik yang membawa anak.
Aris menambahkan bahwa anak menghadapi sejumlah kerentanan selama masa mudik. Selain risiko kecelakaan lalu lintas, anak berpotensi mengalami kelelahan perjalanan akibat perjalanan panjang dan kemacetan.
Menurut Aris, anak berpotensi mengalami keterbatasan pemenuhan kebutuhan dasar selama perjalanan, seperti waktu istirahat, makanan, dan akses fasilitas yang memadai. la juga mengingatkan potensi kekerasan di ruang publik yang padat mobilitas masyarakat.
“Situasi ini menunjukkan pentingnya penyediaan fasilitas publik yang ramah anak serta sistem perlindungan yang responsif selama masa mudik,” ujarnya. rpblk


