Sunday, March 15, 2026

Kisah Febrian, Perawat RSBS Jember saat Bantu Persalinan di Pesawat Saudia Airlines dari Jeddah

Nawacita.co – Melahirkan di atas pesawat merupakan momen darurat yang menegangkan namun sering berakhir haru, di mana penumpang dan kru Pesawat bahu-membahu membantu persalinan.

Kejadian ini biasanya melibatkan tenaga medis yang kebetulan sebagai penumpang.

Seperti yang di alami Febrian, seorang perawat Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) asal Kabupaten Jember, Jawa Timur.

- Advertisement -

Cuti Lebarannya berubah menjadi pengalaman haru tak terlupakan.

Pasalnya, Febrian telah membantu seorang ibu asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang melahirkan bayi laki-lakinya dengan selamat di atas pesawat yang sedang mengudara dengan ketinggian ribuan kaki menuju Indonesia.

Perawat bernama lengkap Febrian Rahmatullah (30), ini merupakan salah satu perawat RSBS Jember yang bertugas di Rumah Sakit Kementerian Pertahanan Kota Thaif, Arab Saudi yang saat itu sedang dalam penerbangan menuju Jakarta pada Kamis (12/3/2026) dini hari.

Sontak menegangkan setelah kru kabin pesawat Saudia Airlines itu mengumumkan bahwa salah satu penumpang yaitu seorang ibu hamil yang akan melahirkan dan membutuhkan pertolongan tenaga medis.

Baca Juga:Petaka Nakes RSBS Jember usai Liburan di Bromo: 8 Tewas, 41 Terluka

Kru kabin tidak tahu bahwa salah satu penumpang pesawat Saudia Airlines itu ada seorang perawat terampil yang ditugaskan di Rumah Sakit Kementerian Pertahanan Kota Thaif, Arab Saudi asal Jember.

Febrian segera melapor ke kru kabin pesawat dan menyatakan siap membantu secara medis.

Seketika suasana dalam kabin tegang karena pesawat masih terbang di ketinggian ribuan kaki.

“Saat saya menghampiri ibu hamil itu posisi kepala bayi sudah keluar,” ungkap Febrian, Sabtu (14/3/2026).

Dengan sigap, alumnus Universitas Muhammadiyah Jember itu segera meminta perlengkapan yang tersedia dan mulai membantu proses persalinan.

“Saya dengan segera meminta hands gun dan membantu si ibu,” kata Febrian.

Dalam kondisi ruang sempit dengan keterbatasan alat medis, Febrian berupaya tetap tenang dan fokus hingga beberapa menit kemudian, bayi laki-laki itu lahir dengan normal dan selamat.

Selang beberapa detik kemudian, dua dokter dan satu perawat lain kemudian ikut membantu, bersama kru pesawat yang bekerja sama memaksimalkan peralatan seadanya.

Baca Juga: Dishub Jember dan Wasatpel Terminal Tawang Alun Gelar Ramp Chek AKAP dan AKDP

“Kami berempat dan dibantu kru pesawat dengan peralatan seadanya memotong tali pusar bayi dan memastikan kondisi bayi dan ibu stabil,” jelas Febrian.

Saat kejadian itu, Febrian menyebut tidak banyak berkomunikasi dengan perempuan yang telah dibantu proses melahirkan bayinya.

“Mungkin ibunya syok dan juga kaget, jadi hanya bisa diam pasrah nggak ngomong apa-apa,” ujarnya.

Dari penelusuran kru kabin, Ibu tersebut merupakan warga asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang sedang melakukan perjalanan seorang diri untuk kembali ke Indonesia.

Setelah berdiskusi dengan kapten kru pesawat memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat kembali ke Jeddah demi keselamatan ibu dan bayi.

“Setelah landing, kami berempat dibantu tim medical dari Airport melakukan tindakan pengeluaran plasenta, kemudian ibu dan bayi lantas dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut,” papar Febrian.

Usai evakuasi maskapai yang ditumpangi Febrian kembali melanjutkan perjalanan menuju Jakarta sekitar pukul 08.00 waktu Arab Saudi, namun tertunda karena pesawat harus kembali ke Jeddah.

Menurut Febrian, di balik perubahan rencana perjalanan itu, ia mengaku membawa pulang kenangan tak terlupakan tentang kelahiran seorang bayi di tengah penerbangan.

Baca Juga: Sapa Ramadan di Kalisat, Bupati Jember Berdialog Langsung dengan Ratusan Warga

“Walaupun tiket lanjutan hangus sehingga harus beli tiket baru. Tapi tidak apa-apa. Saya ikut senang, bahagia, bisa membantu sesama. Ini kenangan saya yang tidak pernah saya lupakan,” tuturnya.

Febrian mengatakan ini bukan hanya sebuah momen kemanusiaan yang menguji keterampilan, tetapi juga menghadirkan haru dan pengalaman tersendiri. Dan momen itu sebagai pengalaman pertamanya membantu persalinan di dalam pesawat.

Selain terampil dan harus berjiwa sosial yang tinggi, kejadian itu menjadi pengingat bahwa profesi tenaga kesehatan menuntut kesiapsiagaan kapanpun dan di manapun.

“Yang jelas, ini pengalaman pertama bantu lahiran di pesawat dengan alat yang terbatas. Cemas pasti, tapi harus tetap profesional memaksimalkan alat yang tersedia,” kata Febrian.

Diketahui, pemilik dan Direktur Utama Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember tempat Febrian Rahmatullah bekerja adalah dr. Faida, MMR.

Faida adalah mantan Bupati Jember periode 2016-2021 yang mengambil alih pengelolaan RSBS dari ayahnya, dr. Musytahar Umar Thalib. RSBS Jember berlokasi di Kaliwates dan berfokus pada layanan kesehatan modern.

Reporter: Mujianto

RELATED ARTICLES
bank jatim
- Advertisment -

Terbaru