KPPU dan Satgas Pangan Sidak Harga Bapok di Pasar Wonokromo Jelang Idul Fitri
Surabaya, Nawacita.co – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah Jawa Timur bersama Satgas Pangan Polda Jawa Timur melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok (bapok) di Pasar Wonokromo, Surabaya, Senin (9/3).
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan pasokan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia serta memantau pergerakan harga agar tetap stabil menjelang meningkatnya permintaan saat hari raya.
Dalam pemantauan tersebut, tim gabungan meninjau sejumlah komoditas utama yang banyak dibutuhkan masyarakat, di antaranya beras, minyak goreng, gula pasir, daging ayam, daging sapi, telur ayam, cabai, serta bawang merah dan bawang putih.
Selain mengecek harga yang dijual pedagang, petugas juga berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli. Hal ini dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi pasar secara langsung, termasuk memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar dan tidak terjadi praktik usaha yang merugikan konsumen.
Baca Juga: Perluasan Boezem Simomulyo Baru Diprotes Warga, DPRD Surabaya Siap Tinjau Lokasi
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah IV Surabaya KPPU, Dyah Paramita, mengatakan bahwa kegiatan inspeksi mendadak (sidak) ini merupakan bagian dari pemantauan serentak yang dilakukan KPPU di tujuh kantor wilayah di Indonesia.
“Tujuan kami memastikan menjelang Idul Fitri apakah pasokan masih aman, serta memantau apakah harga masih terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari hasil pemantauan sementara, sebagian besar stok komoditas masih dalam kondisi aman. Namun, terdapat beberapa catatan terkait kenaikan harga sejumlah komoditas.
“Cabai rawit mengalami kenaikan cukup signifikan, saat ini sekitar Rp89 ribu per kilogram, yang sudah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) sekitar Rp57 ribu per kilogram,” jelasnya.
Baca Juga: PSU Griya Surabaya Asri Belum Tuntas, Komisi C DPRD Surabaya Cari Solusi Bersama Warga
Selain itu, pihaknya juga mencatat adanya kenaikan harga pada beras premium dan beras medium yang berada di atas HET.
Sementara itu, untuk minyak goreng, hasil pemantauan menunjukkan harga masih sesuai dengan ketentuan, yakni sekitar Rp15.700 per liter. Di sisi lain, harga telur ayam justru mengalami penurunan menjadi sekitar Rp30 ribu per kilogram.
Dyah menegaskan bahwa KPPU akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar maupun praktik persaingan usaha tidak sehat di pasar.
“Kami berharap tidak ada indikasi persaingan usaha yang tidak sehat, sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang wajar menjelang Idul Fitri,” pungkasnya.
Reporter: Deni


