Jakarta, nawacita – Suasana hangat dan penuh kekhidmatan mewarnai Peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus Penutupan Pesantren Anak Ramadhan yang diselenggarakan Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Kantor PP Muslimat NU, Jakarta, Sabtu (7/3).
Acara yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama itu dihadiri Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, jajaran pengurus, serta jemaah Muslimat NU dari berbagai daerah.
Momen menarik dalam kegiatan tersebut hadir saat para peserta Pesantren Ramadhan Anak menampilkan pembacaan sholawat dan lagu-lagu Islami. Penampilan itu dipimpin oleh Aisyah Nabila, cucu Khofifah, yang memandu anak-anak dalam membawakan sholawat dengan penuh semangat.
Penampilan para santri cilik tersebut menjadi salah satu bagian yang menyemarakkan penutupan Pesantren Ramadhan Anak yang digelar oleh Muslimat NU.

Dalam sambutannya, Khofifah yang juga Gubernur Jawa Timur menegaskan bahwa Muslimat NU memiliki peran strategis sebagai pilar pergerakan perempuan Nahdliyin yang terus menanamkan nilai-nilai Islam Rahmatan lil Alamin di tengah masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa keberadaan Muslimat NU yang tersebar hingga pelosok desa bahkan di berbagai negara menunjukkan besarnya kontribusi organisasi tersebut dalam memperkuat kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan.
“Mudah-mudahan semuanya menjadi amal ibadah kita dan menjadi jariyah kita. Bahwa ada organisasi yang bernama Muslimat Nahdlatul Ulama yang anggotanya ada di mana-mana, di pelosok desa, di gunung-gunung, bahkan juga di Jerman, Mesir, Jepang, dan berbagai negara lainnya,” ujarnya.
Menurut Khofifah, anggota Muslimat NU yang sebagian besar merupakan para ibu memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sekaligus membangun karakter generasi muda sejak usia dini.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mengapresiasi kebijakan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) yang membatasi akses media sosial bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026.
“Untuk itu, kita menyampaikan terima kasih kepada Ibu Menkomdigi. Karena mulai 26 Maret anak-anak di bawah 16 tahun sudah dilarang mengakses media sosial,” katanya.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah penting untuk melindungi anak-anak dari dampak negatif penggunaan media sosial yang berlebihan, termasuk potensi kecanduan gawai yang dapat memengaruhi kesehatan mental dan perkembangan anak.
Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat Muslimat NU Arifah Fauzi, yang juga menjabat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), menyampaikan apresiasi terhadap gagasan Khofifah dalam penyelenggaraan Pesantren Ramadhan Anak.
“Jika biasanya kegiatan Pesantren Ramadhan hanya untuk orang dewasa, program untuk anak-anak ini merupakan ide dari Ibu Khofifah. Ide tersebut kemudian kami sampaikan di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak dan didukung oleh enam kementerian serta Menko PMK,” ujarnya.
Menurut Arifah, program tersebut kini telah disebarluaskan ke berbagai daerah di Indonesia. “Ini menjadi gerakan nasional berkat inisiasi dan ide luar biasa dari Ibu Khofifah. Mudah-mudahan kita semua mendapatkan ganjaran pahala dari kegiatan ini,” pungkasnya.


