TNI AL Gelar Latihan Tempur Khusus, Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
JAKARTA, Nawacita – TNI AL Gelar Latihan Tempur Khusus, TNI AL melalui Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XIII menggelar latihan tempur khusus untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia.
Dalam siaran pers resmi Koarmada RI yang diterima di Jakarta, Sabtu (7/3/2026), dijelaskan kegiatan tersebut dilakukan di Markas Kodaeral XIII, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara pada Rabu (4/3/2026).
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, mengatakan, rangkaian latihan dimulai dengan apel kesiapan pasukan.
Setelah itu, para personel menggelar latihan simulasi menangkal serangan udara dari pesisir. Pihaknya juga mengerahkan persenjataan yang ada di KRI untuk menangkal serangan udara.
Denih mengatakan, latihan ini diharapkan dapat melatih insting prajurit agar dapat bertindak cepat dan tepat dalam menangkal serangan udara. Dia juga berharap latihan ini dapat mempertajam kemampuan para prajuritnya dalam menggunakan alat utama sistem senjata (alutsista) penangkal serangan udara.
“Setiap prajurit harus memiliki naluri tempur, respons cepat, dan profesionalisme tinggi dalam setiap pelaksanaan tugas,” jelas Denih.
Baca Juga: Tanggapi Soal Pengiriman 8.000 TNI ke Gaza, MUI: Berisiko Besar
Denih memastikan latihan ini akan terus bergulir secara rutin guna mempertebal kekuatan pertahanan Indonesia.
Gelar Apel Pasukan Misi Kemanusiaan di Gaza
Sebelumnya, jajaran TNI AL melalui Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) mempersiapkan pasukan untuk dikirimkan dalam misi kemanusiaan di Gaza, Palestina. Persiapan pasukan itu digelar dalam apel pasukan yang digelar di Kolinlamil Jakarta Utara, Rabu (18/2/2026).
“Apel ini digelar untuk memastikan seluruh unsur pasukan yang akan dikirim dalam keadaan siap,” ujar Kepala Dinas Penerangan Koarmada RI Kolonel Laut (P) Wishnu Ardiansyah dilansir dari Antara di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Dalam apel tersebut TNI AL menghadirkan 55 personel kesehatan, pasukan Denjaka dan pasukan penyelam.
TNI AL juga menghadirkan kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) yakni KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 (RJW-992).
Walau sudah menggelar apel, pihak Koarmada RI belum bisa memastikan kapan pasukan tersebut akan berangkat ke Gaza.
“Belum ada kepastian berangkat, apel ini untuk kesiapan saja,” kata Wishnu.
Wishnu juga belum bisa memastikan berapa kapal yang akan dikirimkan TNI AL dalam misi perdamaian ini.
“Kemungkinan lebih dari satu kapal karena perkiraan pasukannya banyak,” terang dia.
inhnws.


