Presiden Prabowo Berbuka Puasa Bersama Pimpinan Muhammadiyah, NU, MUI di Istana
JAKARTA, Nawacita – Presiden Prabowo Berbuka Puasa, Presiden Prabowo Subianto membagikan momen berbuka puasa bersama Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum (Ketum) Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis.
Di salah satu sudut ruangan di Istana Merdeka, sebagaimana dibagikan oleh akun media sosial resmi @prabowo, Presiden Prabowo menikmati sajian takjil dan kurma saat berbuka puasa bersama dengan Rais Aam PBNU, Ketum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, dan Ketum MUI di satu meja bundar berukuran kecil yang cukup untuk empat orang.
Presiden Prabowo duduk diapit oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir di sisi kanan, kemudian oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Anwar di sisi kiri, sementara itu Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar duduk di seberang Presiden Prabowo.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Jaga Persatuan dan Kesatuan sebagai Kekuatan Bangsa
“Berbuka puasa bersama Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Achyar, Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia K.H. Anwar Iskandar di Istana Merdeka, Jakarta. Selamat berbuka puasa bagi saudara-saudara yang menjalankan Ibadah Puasa,” demikian keterangan dari dua foto berbuka puasa yang dibagikan oleh Presiden Prabowo dalam akun resmi @prabowo di Jakarta, Kamis malam.
Presiden Prabowo menggelar acara silaturahmi bersama para kiai dan perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di halaman tengah Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis malam. Acara tersebut, yang dihadiri oleh sejumlah kiai dan ulama dari berbagai organisasi, didahului dengan acara berbuka puasa.
Beberapa menteri Kabinet Merah Putih turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar.
Acara pertemuan dengan para ulama itu mulai pada pukul 19.00 WIB.
Dalam kesempatan terpisah, Ketua MPR RI Ahmad Muzani kepada wartawan saat ditemui di Istana, Jakarta, Rabu (4/3), menjelaskan Presiden Prabowo ingin mendengar langsung pendapat para ulama terkait posisi Indonesia menyikapi eskalasi di negara-negara Teluk di Timur Tengah, khususnya setelah adanya serangan sepihak militer Amerika Serikat dan Zionis Israel kepada Iran minggu lalu.
“(Pertemuan dengan para ulama itu, red.) juga bagian dari upaya Presiden ingin mendengarkan pandangan-pandangan, meskipun juga Presiden nanti akan menyampaikan pandangan Beliau dan cara pandang Beliau terhadap persoalan itu,” kata Muzani.
atrnws.


