Monday, March 2, 2026

Mengenal AI Anthropic yang Diduga Dipakai Amerika dalam Serangan ke Iran

Mengenal AI Anthropic yang Diduga Dipakai Amerika dalam Serangan ke Iran

JAKARTA, Nawacita – Mengenal AI Anthropic, Kondisi di Timur Tengah (Timteng) mencekam. Amerika Serikat (AS) dan Israel memulai serangan ke Iran pada Sabtu (28/2) pagi waktu setempat, di tengah bulan suci Ramadan.

Insiden ini kemudian menyebabkan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meninggal. Sejumlah pejabat tinggi Iran juga dilaporkan tewas.

Amerika Serikat (AS) diduga melibatkan kecerdasan buatan (AI) dari Anthropic dalam serangan terbarunya terhadap Iran. Teknologi serupa juga dilaporkan digunakan dalam operasi militer AS saat menggulingkan Nicolas Maduro dari kursi kepemimpinan Venezuela pada Januari lalu.

- Advertisement -

Serangan AS yang terkoordinasi dengan Israel sejak Sabtu (28/2) lalu menggunakan persenjataan konvensional, seperti rudal jelajah Tomahawk, jet tempur siluman, serta drone kamikaze. Namun, penggunaan AI Anthropic menjadi sorotan.

Pasalnya, beberapa jam sebelum serangan ke Teheran dan wilayah lain pada Sabtu (28/2) waktu setempat, Presiden Donald Trump melarang penggunaan perangkat tersebut. Trump menyebut Anthropic sebagai “perusahaan AI sayap kiri radikal yang dijalankan oleh orang-orang yang tidak tahu apa itu dunia nyata”. AS bahkan menetapkan Anthropic sebagai risiko rantai pasokan yang mengindikasikan ancaman terhadap keamanan nasional.

Seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut mengungkapkan kepada Reuters dan The Guardian, Senin (2/3/2026), bahwa Pentagon memakai layanan AI Anthropic, termasuk perangkat Claude, selama serangan terhadap Iran pada akhir pekan.

Baca Juga: Terungkap! Iran Serang Israel Pakai Drone Murah Beli di Pasar Online

Belum diketahui secara pasti bagaimana perangkat AI itu dimanfaatkan dalam operasi tersebut. Baik Pentagon maupun Anthropic belum memberikan komentar terkait kabar ini.

Kecerdasan buatan milik Anthropic, sebuah perusahaan AI yang berbasis di San Francisco, telah digunakan di seluruh komunitas intelijen dan angkatan bersenjata. Anthropic menjadi perusahaan AI pertama yang bekerja dengan informasi rahasia melalui kesepakatan pasokan via penyedia cloud Amazon.

Mengenal AI Anthropic yang Diduga Dipakai Amerika
Mengenal AI Anthropic yang Diduga Dipakai Amerika dalam Serangan ke Iran.

Laporan mengenai penggunaan AI Anthropic dalam mendukung serangan AS terhadap Iran juga dilaporkan oleh media terkemuka AS, seperti Wall Street Journal (WSJ) dan Axios.

Menurut WSJ, komando militer AS memanfaatkan AI tersebut untuk tujuan intelijen, membantu pemilihan target, serta melakukan simulasi medan perang.

Perangkat AI Claude juga disebut digunakan oleh militer AS dalam operasi penangkapan Maduro pada 3 Januari lalu. Hal ini memicu perselisihan antara Anthropic dan pemerintahan Trump.

Anthropic dilaporkan keberatan dengan penggunaan tersebut, mengacu pada persyaratan penggunaannya yang melarang Claude digunakan untuk tujuan kekerasan, pengembangan senjata, atau pengawasan.

Sejak pemutusan hubungan dengan Anthropic, perusahaan AI lain seperti OpenAI mengambil alih peran tersebut. CEO OpenAI, Sam Altman, menyatakan bahwa pihaknya mencapai kesepakatan dengan Pentagon untuk penggunaan perangkat perusahaan, termasuk ChatGPT, dalam jaringan rahasia mereka.

Tentang Anthropic

Menurut situs web Anthropic, perusahaan riset AI ini berdiri pada 2021 oleh mantan peneliti OpenAI, yakni Dario Amodei dan Daniela Amodei. Keduanya membangun perusahaan baru dengan keinginan berfokus keamanan AI.

Perusahaan ini terdiri atas tim peneliti, insinyur, pakar kebijakan, dan pemimpin operasional yang berpengalaman di bidangnya. Mereka bekerja sama untuk membangun sistem AI sesuai dengan misi, yakni AI andal dan mudah dipahami.

Baca Juga: Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Siap Perang dengan Israel

Menurut platform edukasi dan konsultasi What is AI, Anthropic dengan pendekatannya yang mengutamakan keamanan dan penyelarasan (alignment) AI dengan nilai-nilai manusia. Mereka mengembangkan metode seperti Constitutional AI, yakni akal imitasi diprogramkan untuk mengikuti konstitusi berisi prinsip seperti keamanan dalam interaksi.

Salah satu pencapaian utama Anthropic adalah pengembangan Claude, model AI percakapan yang bersaing langsung dengan seri GPT OpenAI. .

Pendanaan dan Kemitraan

Google Alphabet telah setuju untuk berinvestasi USD 2 miliar dolar (Rp 31,8 triliun) di Anthropic. Sebelumnya mereka menginvestasikan USD 500 juta dolar (Rp 7,9 triliun), kemudian menambah senilai USD 1,5 miliar dolar (Rp 23,8 triliun).

Setelah Google menjadi investor, Anthropic dituntut untuk melakukan peningkatan agar bisa bersaing dengan Microsoft, pendukung utama pencipta ChatGPT OpenAI, seperti dikutip media, 27 Oktober 2023. Amazon.com juga berinvestasi hingga USD 4 miliar (Rp 63,6 triliun) di Anthropic untuk bersaing dengan pesaing cloud yang berkembang di bidang AI.

tpoa1nws.

RELATED ARTICLES
bank jatim
- Advertisment -

Terbaru