Sunday, March 1, 2026

Ginjal Tetap Sehat Selama Puasa, Ini Pola Minum yang Dianjurkan

Ginjal Tetap Sehat Selama Puasa, Ini Pola Minum yang Dianjurkan

JAKARTA, Nawacita — Saat tubuh berhenti menerima asupan selama belasan jam, ginjal menjadi organ yang bekerja ekstra keras untuk menyaring racun di tengah keterbatasan cairan. Pakar penyakit dalam konsultan ginjal-hipertensi lulusan Universitas Hasanuddin, dr Dina Nilasari, Ph.D, Sp.PD, KGH, membagikan cara agar fungsi filtrasi tubuh ini tetap terjaga tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah pada bulan Ramadhan.

Tantangan utama ginjal saat berpuasa adalah risiko kekurangan cairan atau dehidrasi. Ginjal membutuhkan air yang cukup untuk membuang limbah sisa metabolisme dari darah dalam bentuk urine. Ketika asupan cairan berkurang drastis selama belasan jam, ginjal harus bekerja lebih keras untuk memekatkan urine.

“Menjaga kesehatan ginjal selama bulan puasa itu dengan minum yang cukup. Tentunya pada saat sahur dan berbuka tidak boleh kita melewatkannya ya,” kata Dina di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

- Advertisement -
Ilustrasi. Foto: Halodoc.

Dina mengatakan rutin meminum air sebanyak 2 liter per hari atau setara dengan 8 gelas merupakan hal yang wajib dilakukan guna menghindari risiko terjadinya dehidrasi selama berpuasa. Pemenuhan cairan dalam tubuh juga dapat dilakukan melalui konsumsi buah-buahan utuh seperti pisang maupun jus buah yang berserat ketika berbuka puasa. Dia membeberkan meminum jus buah dengan serat akan membantu asupan gula yang masuk ke dalam tubuh secara perlahan.

“Jus usahakan jangan yang hanya air saja tapi dengan ampasnya. Karena yang hanya air saja itu juga gula, sama saja dengan kita meminum gula,” kata dia.

Dina menganjurkan supaya masyarakat membuat jus buah secara mandiri agar asupan gizi dapat terjamin dan jauh lebih bersih serta higienis. Jus yang dibuat diharapkan tidak menambahkan gula.

“Tapi memakai jenis seperti stevia boleh karena itu natural, yang tidak oke adalah yang gula buatan seperti sakarin. Itu dianggap penelitian bisa menyebabkan kanker, jadi mungkin kita harus hindari itu,” ujarnya.

RELATED ARTICLES
bank jatim
- Advertisment -

Terbaru