Surabaya, Nawacita.co – Proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) resmi dimulai.
Hal ini dilakukan pada Kickoff Meeting Railway Design Consultant (RDC) SRRL Phase I yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan bersama Bank Pembangunan Jerman (KfW) dan Chodai Co Ltd sebagai konsultan desain.
Proyek pembangunan SRRL ini rencananya akan dimulai pada 2027 dan konstruksi pada 2028 mendatang.
Proyek senilai US$ 250 juta atau setara dengan Rp4,1 triliun akan menjadi tulang punggung konektivitas Gerbangkertosusila, sekaligus mendorong pergeseran pola mobilitas dari kendaraan pribadi ke transportasi rel listrik yang lebih efisien energi.
Baca Juga: KAI Commuter: Penumpang Bisa Berbuka Puasa di KRL Saat Ramadan
Untuk rute, SRRL Tahap 1 Fase IA akan menghubungkan antara Stasiun Surabaya Gubeng dan Stasiun Sidoarjo sepanjang 27 Km.
Sedangkan untuk IB menghubungkan Stasiun Gubeng dengan Pasar Turi. Baik IA dan IB akan dibangun konstruksi jalur Kereta Rel Listrik (KRL).
Rencananya, Depo Sidotopo juga akan dipersiapkan untuk Depo KRL pada SRRL ini.
SRRL diharapkan dapat menjadi solusi kemacetan di Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo pada pagi dan sore hari.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengapresiasi hal ini.
Baca Juga:KRL Buatan INKA Terbaru Segera Beroperasi Tahun Ini, Berikut Penampakannya
Menurutnya, SRRL merupakan pekerjaan yang akan sangat kompleks, karena dikerjakan tanpa mengganggu perjalanan kereta api.
“Ini sudah bukan wacana lagi. Semua akan dirancang detail baik kelistrikannya, melewati jembatan seperti apa, kemudian akan jadi dasar untuk ditenderkan ke konstruksinya,” jelasnya, Sabtu (28/2/2026).
Emil mengatakan dana sebesar 230 juta Euro juga telah tersedia dan siap untuk dikerjakan.
“Tentunya membutuhkan atensi khusus karena SRRL ini akan dikerjakan bersama dan beriringan dengan Jalur Ganda Sepanjang Wonokromo yang juga akan dibangun oleh DJKA,” katanya.*


