Jika Tak Serius Siapkan Anak Muda, Indonesia Emas Bisa Jadi Ilusi
SURABAYA, Nawacita – Cita-cita Indonesia Emas 2045 hanya bisa terwujud jika kelompok usia produktif mendominasi komposisi penduduk nasional.
Hal itu disampaikan Guru Besar FEB UI, Prof. Rhenald Kasali, Ph.D., dalam Talkshow Pendidikan bertema Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua dalam Menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045, di SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya, Jumat (27/2/2026).
“Generasi produktif harus lebih banyak dari kelompok yang bergantung. Kalau tidak, mimpi Indonesia Emas hanya tinggal slogan,” tegas Rhenald.
Ia menyoroti sejumlah tantangan: turunnya daya beli, pengangguran meningkat, sektor manufaktur terganggu, dan beban hidup makin tinggi. Bila tak segera diatasi, generasi muda terancam menjadi masalah sosial dalam 10 tahun ke depan.
Baca Juga: Dosen UK Petra Dr Olivia Makna Imlek Kuda Api Sebagai Simbol Kecepatan
“Kalau kita tak investasi hari ini, kita akan panen masalah anak putus sekolah, anak di jalanan, jadi pengamen. Kita harus seimbangkan,” ujarnya.
Rhenald juga mengingatkan pentingnya kualitas guru dan sekolah. “Bantuan sosial boleh, tapi mutu pendidikan jangan diabaikan. Kalau guru tak dijaga kualitasnya, siapa yang akan mencetak generasi emas itu?” katanya.
Ketua Umum IKA St. Louis 1, Vincentia Juliani, menegaskan kegiatan ini bagian dari kontribusi alumni menyiapkan generasi unggul sejak bangku sekolah.
“Talkshow ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara orang tua dan sekolah dalam membentuk daya saing pelajar,” tutup Vincentia. (Alus)


