Wednesday, February 25, 2026

Bukan Sekadar Estetika, Ini Cara Menata Kamar Tidur Sesuai Sunnah Rasulullah

Bukan Sekadar Estetika, Ini Cara Menata Kamar Tidur Sesuai Sunnah Rasulullah

Jakarta, Nawacita | Tidur bukan hanya aktivitas untuk memulihkan energi tubuh, tetapi juga bagian dari keseharian yang memiliki nilai ibadah dalam Islam. Cara seseorang menata kamar tidur, termasuk posisi tempat tidur dan arah kasur, ternyata berkaitan dengan adab serta sunnah yang dianjurkan.

Dalam ajaran Islam, ruang tidur ideal tidak hanya nyaman secara visual, tetapi juga selaras dengan nilai spiritual. Penataan kamar yang tepat diyakini dapat menghadirkan ketenangan, menjaga kesehatan, sekaligus membawa keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.

Melansir Publikasi Badan Amil Zakat Nasional, berikut ini beberapa tips dan panduan menata kamar tidur yang bukan sekadar estetika, tetapi juga sesuai sunnah.

- Advertisement -

1. Posisi Tidur Rasulullah SAW Jadi Teladan Utama

Rasulullah SAW mencontohkan posisi tidur miring ke kanan. Posisi ini dianjurkan dalam berbagai hadis dan menjadi sunnah yang baik untuk diikuti umat Islam. Tidur dengan posisi miring ke kanan juga terbukti secara medis sebagai posisi yang baik untuk kesehatan jantung dan lambung.

Baca Juga: Kenapa Kamar Mandi Hotel Selalu Dekat Pintu Masuk? Ini Alasannya

Islam juga melarang posisi tidur tengkurap. Rasulullah SAW menyebut posisi ini sebagai posisi tidur yang tidak disukai. Selain alasan spiritual, tidur tengkurap juga berisiko bagi kesehatan pernapasan dan tulang belakang.

Selain posisi tidur, penataan tempat tidur yang baik akan membantu seseorang secara alami memilih posisi tidur yang dianjurkan, seperti miring ke kanan atau telentang dengan sopan.

2. Perhatikan Arah Kiblat Saat Menempatkan Kasur

Salah satu adab penting dalam Islam adalah menghormati arah kiblat. Dalam penataan kamar tidur, disarankan agar posisi kaki tidak mengarah langsung ke kiblat atau ke arah barat.

Posisi tidur dengan kaki menghadap kiblat diibaratkan seperti posisi jenazah. Oleh karena itu, penempatan kasur perlu dipertimbangkan agar tetap menjaga adab dan kesopanan terhadap arah ibadah.

3. Jaga Kebersihan dan Kesucian Tempat Tidur

Kebersihan adalah bagian dari iman. Islam menganjurkan untuk membersihkan tempat tidur sebelum digunakan, termasuk mengibaskan kasur dan memastikan sprei dalam kondisi bersih.

Baca Juga: Kenapa Jendela Kamar Hotel Umumnya Tidak Bisa Dibuka? Ini Alasannya

Lingkungan tidur yang bersih dan suci tidak hanya mendukung kualitas istirahat, tetapi juga menciptakan suasana yang menenangkan dan jauh dari gangguan. Ini menjadi bagian penting dalam menciptakan kamar tidur yang penuh keberkahan. Hal ini turut didukung oleh sebuah hadis.

“Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah ia mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘Bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi setelah ia meninggalkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

4. Hindari Arah Kasur ke Kamar Mandi

Dalam Islam, tempat yang suci sebaiknya tidak sejajar atau berhadapan langsung dengan area yang dianggap kurang bersih, seperti kamar mandi atau toilet. Karena itu, posisi kasur sebaiknya tidak mengarah langsung ke pintu kamar mandi. Penataan ini tidak hanya berkaitan dengan adab, tetapi juga mendukung kenyamanan dan privasi ruang tidur.

5. Hindari Memajang Hiasan Mewah dan Foto Secara Berlebihan

Sebaiknya kamar tidur tidak dipenuhi perabotan yang terlalu mewah atau terlalu nyaman hingga membuat penghuninya cenderung bermalas-malasan dan tidur berlebihan. Selain itu, hindari menggunakan elemen hiburan atau dekorasi berlebihan yang justru dapat mengalihkan fokus dan menghambat produktivitas maupun ibadah.

Baca Juga: 4 Warna Cat Kamar Tidur yang Sebaiknya Dihindari

Memajang foto secara berlebihan, terlebih di kamar yang juga digunakan untuk salat, tidak dianjurkan karena dapat mengganggu kekhusyukan. Bahkan, Hadis Riwayat Muslim juga menganjurkan untuk tidak memasang foto dalam kamar, karena bisa dipercaya malaikat tidak akan masuk rumah.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَا تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ

“Sesungguhnya malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat gambar (makhluk bernyawa).” (HR. Muslim)

Kesederhanaan menjadi prinsip penting dalam Islam. Rasulullah SAW mencontohkan hidup yang bersahaja, termasuk dalam urusan tidur. Kamar yang terlalu penuh dekorasi atau perabot berlebihan bisa mengurangi ketenangan jiwa.

Menata kamar secara rapi, fungsional, dan minim distraksi membantu menghadirkan suasana damai. Elemen bernuansa Islami seperti kaligrafi ayat Al-Qur’an atau doa sebelum tidur dapat ditambahkan, selama tidak berlebihan dan tetap menjaga nilai tauhid. dtk

RELATED ARTICLES
bank jatim
- Advertisment -

Terbaru