Uni Emirat Arab Kirim 30 Ton Kurma ke Indonesia, Simbol Persaudaraan Lintas Negara
JAKARTA, Nawacita – Uni Emirat Arab Kirim 30 Ton Kurma, Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya dengan menyerahkan 30 ton kurma premium kepada masyarakat Indonesia menjelang Ramadan 1447 H/2026 M.
Bantuan tersebut bukan sekadar logistik pangan, tetapi menjadi simbol eratnya persaudaraan lintas negara berbasis nilai keislaman dan kemanusiaan. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Duta Besar UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem Obaid Al Dhaheri, kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Sebanyak 30 ton kurma tersebut telah tiba di Indonesia melalui Bandara Kargo Soekarno-Hatta pada 23 Februari 2026.
Setibanya di Tanah Air, bantuan langsung diperiksa oleh jajaran Kementerian Agama Republik Indonesia untuk memastikan kualitas dan kesiapan distribusi.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan, bantuan tersebut akan segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama kalangan mustahik melalui jaringan Kementerian Agama dan mitra strategis.
Baca Juga: Cetak 10 Juta Coder, Indonesia–UEA Dorong Generasi Muda Kuasai AI dan Ekonomi Digital
“Bantuan ini bukan sekadar kurma, tetapi simbol persaudaraan yang sangat hangat antara Indonesia dan Uni Emirat Arab. Hubungan ini dibangun di atas nilai kemanusiaan, solidaritas, dan toleransi,” ujarnya.
Momentum Ramadan, lanjutnya, menjadi ruang spiritual sekaligus sosial untuk memperkuat empati dan kepedulian terhadap sesama.
Diplomasi Kemanusiaan UEA di Bulan Ramadan
Duta Besar UEA Abdulla Salem Obaid Al Dhaheri menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari program kemanusiaan global yang dijalankan melalui Emirates International Aid Agency.
Menurutnya, Ramadan bukan hanya ritual ibadah, tetapi juga momentum untuk menebar kasih sayang dan memperkuat solidaritas antarbangsa.
“Hadiah ini adalah ekspresi niat baik dan persaudaraan kepada rakyat Indonesia. Nilai-nilai kemurahan hati dan solidaritas sangat kuat dalam masyarakat Emirat maupun Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah ini sejalan dengan kebijakan kemanusiaan UEA di bawah kepemimpinan Presiden Mohammed bin Zayed Al Nahyan, yang menjadikan aksi sosial dan bantuan internasional sebagai pilar penting diplomasi global.
Simbol Persaudaraan Dua Bangsa
Bantuan 30 ton kurma ini juga mencerminkan hubungan bilateral Indonesia–UEA yang terus menguat, tidak hanya dalam bidang ekonomi dan investasi, tetapi juga dalam kerja sama sosial dan kemanusiaan.
Dubes UEA menekankan, hubungan kedua negara dibangun di atas saling menghormati, nilai bersama, serta interaksi masyarakat yang erat.
“Hadiah Ramadan ini menjadi bukti kedalaman hubungan persaudaraan kita dan komitmen bersama untuk mempromosikan toleransi, hidup berdampingan, dan kemurahan hati,” katanya.
Ramadan Ruang Berbagi dan Memperkuat Ukhuwah
Kementerian Agama memastikan distribusi kurma akan dilakukan secara tertib, transparan, dan tepat sasaran agar manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat selama Ramadan.
Di tengah tantangan global dan kesenjangan sosial, bantuan ini menjadi pengingat bahwa solidaritas umat tidak mengenal batas geografis. Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah dan kepedulian kemanusiaan lintas bangsa.
Bagi Indonesia, bantuan ini bukan sekadar kiriman kurma, melainkan pesan kuat bahwa persaudaraan sejati tumbuh dari kepedulian yang nyata.
inhnws.


