Tuesday, February 24, 2026

PBI BPJS Dicoret, Untari: Ada Mekanisme Aktivasi dan Dana Cadangan

PBI BPJS Dicoret, Untari: Ada Mekanisme Aktivasi dan Dana Cadangan

Surabaya, Nawacita.co – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terkait kebijakan penonaktifan (cut-off) peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

“Pasalnya, pemerintah telah menyiapkan mekanisme pengaktifan kembali serta program cadangan bagi warga yang membutuhkan layanan kesehatan,” ungkap Untari, saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).

Ia menjelaskan, sekitar 1,4 juta peserta PBI sempat dinonaktifkan karena penyesuaian data, namun jumlah pengganti yang masuk kembali mencapai hampir 1,5 juta orang.

- Advertisement -

“Peserta yang dinonaktifkan, khususnya penderita penyakit kronis seperti jantung, TBC, atau pasien cuci darah, tetap bisa mengaktifkan kembali kepesertaannya melalui prosedur yang relatif mudah,” Jelasnya.

Baca Juga: Emil Dardak Respons Tarif Dagang AS: Jatim Ikuti Kebijakan Pemerintah Pusat

Untari memaparkan bahwa, masyarakat cukup meminta surat keterangan dari fasilitas kesehatan, kemudian mengajukannya melalui Dinas Sosial kabupaten/kota untuk diteruskan ke pusat data sebelum diaktifkan kembali oleh BPJS.

Selain itu, DPRD Jawa Timur juga menyiapkan program cadangan melalui bantuan biaya kesehatan masyarakat miskin (biakes maskin), terutama bagi daerah yang belum mencapai cakupan Universal Health Coverage (UHC).

Program tersebut didukung anggaran sekitar Rp25 miliar yang dikelola Dinas Kesehatan Jawa Timur dan dapat dimanfaatkan masyarakat miskin yang belum memiliki jaminan kesehatan.

“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, karena sudah ada mekanisme pengaktifan kembali dan juga program cadangan bagi yang belum ter-cover,” ujar Untari.

Ia menambahkan, Komisi E DPRD Jatim juga mendorong koordinasi lebih intensif antara Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan BPJS agar proses penanganan peserta PBI yang dinonaktifkan dapat berjalan lebih cepat dan tidak menimbulkan keluhan di masyarakat.

Reporter: Alus

RELATED ARTICLES
bank jatim
- Advertisment -

Terbaru