Tuesday, February 24, 2026

Menko PM Cak Imin Targetkan 500 Ribu Pekerja Migran Skilled ke Luar Negeri

Menko PM Cak Imin Targetkan 500 Ribu Pekerja Migran Skilled ke Luar Negeri

JAKARTA, Nawacita – Menko PM Cak Imin Targetkan 500 Ribu Pekerja, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), mengatakan pihaknya saat ini tengah merampungkan kebutuhan anggaran bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI), untuk mempercepat pemberangkatan tenaga kerja terampil pada April mendatang.

“Insya Allah mulai April, Juni, Juli, September sudah mulai siap memberangkatkan tenaga kerja skilled ke berbagai negara,” kata Muhaimin usai rapat koordinasi di Kantor Kemenko PM, Jakarta Pusat, Selasa (24/2/2026).

Pemerintah menargetkan pemberangkatan hingga 500.000 pekerja migran Indonesia (PMI) terampil (skilled workers) ke berbagai negara tujuan.

- Advertisement -

Menko Cak Imin menyebut, lulusan SMA dan SMK menjadi kelompok prioritas untuk diberangkatkan karena dinilai memiliki peluang kerja lebih baik, gaji tinggi, serta perlindungan yang lebih memadai.

“Target tentu sebanyak-banyaknya, minimal 300 sampai 500 ribu,” ujarnya menambahkan.

Menurut dia, kontrak kerja bagi pekerja migran berbeda-beda tergantung negara tujuan, tetapi umumnya berlangsung selama dua hingga tiga tahun dan dapat diperpanjang.

Baca Juga: Cak Imin Tak Banyak Berkomentar Saat Disinggung Soal Penjarahan Di Tengah Bencana Banjir Sumatera

Lebih lanjut, Menko Cak Imin menerangkan, pemerintah secara khusus mendorong lulusan SMA dan SMK untuk bekerja di luar negeri guna meminimalkan risiko pekerjaan informal, terutama sebagai pekerja rumah tangga.

“Jadi kita tidak ingin di bawah SMK atau SMA yang berangkat ke luar negeri. Karena kalau tingkat pendidikan di bawah itu, banyak mengandung risiko, terutama menjadi pekerja domestic workers,” jelas Cak Imin.

Ia menambahkan, lulusan SMA dan SMK dinilai lebih siap mengisi kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai sektor industri.

Cak Imin menegaskan, kebijakan ini didorong oleh besarnya peluang kerja dan kesejahteraan yang lebih baik di luar negeri, bukan karena kurangnya lapangan kerja di dalam negeri.

Menurut dia, sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat membutuhkan tenaga kerja terampil dengan gaji kompetitif serta jaminan sosial yang baik.

“Potensi pasarnya memang sangat besar dan bagus. Gajinya tinggi, jaminan sosial asuransinya juga bagus. Sehingga peluang itulah yang akan kita dorong,” ujarnya.

Ia menambahkan, Presiden juga memberikan dukungan penuh terhadap upaya memperluas penempatan pekerja migran Indonesia yang memiliki prospek karier menjanjikan.

“Tugas kami, terutama kementerian P2MI, untuk memfasilitasi itu. Dan Pak Presiden sangat support agar warga kita yang ingin bekerja ke luar negeri dengan prospek yang bagus itu difasilitasi,” pungkasnya.

inhnws.

RELATED ARTICLES
bank jatim
- Advertisment -

Terbaru