Tuesday, February 24, 2026

KDMP Harus Jadi Agregator Produk Desa, Bukan Saingi Usaha Rakyat

KDMP Harus Jadi Agregator Produk Desa, Bukan Saingi Usaha Rakyat

Surabaya, Nawacita.co – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erna Susanti, menilai pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak seharusnya bergantung pada kebijakan proteksi berlebihan terhadap usaha ritel modern di desa.

“Koperasi desa tetap harus dikelola dengan pendekatan bisnis yang matang agar mampu bersaing secara sehat,” ucapnya saat ditemui, Selasa (24/2/2026).

Erna menegaskan, KDMP seharusnya difokuskan sebagai agregator produk unggulan desa, bukan sekadar membuka gerai ritel yang bersaing langsung dengan usaha lain. Dengan perencanaan bisnis yang jelas, koperasi desa dapat memperkuat ekonomi lokal sesuai potensi masing-masing wilayah.

- Advertisement -

“KDMP ini harus jelas perannya, apakah sebagai agregator produk desa atau pemain ritel. Yang penting perencanaan bisnisnya matang dan sesuai potensi lokal,” ujarnya.

Baca Juga: DPRD Temukan Banyak Potensi Tersembunyi di BUMD Jawa Timur

Ia mengingatkan bahwa kebijakan proteksi yang terlalu ketat justru berpotensi mengganggu mekanisme pasar dan iklim investasi. Pemerintah, menurutnya, perlu memberikan dukungan dalam bentuk modal, pelatihan sumber daya manusia, serta perencanaan usaha yang baik, bukan sekadar pembatasan kompetitor.

“Saya menilai wacana pembatasan ritel modern sebaiknya hanya bersifat pencegahan atau moratorium pembukaan gerai baru, bukan menutup usaha yang sudah ada,” Imbuh Erna.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya kesiapan lokasi dan perencanaan usaha dalam pembangunan KDMP agar tidak berujung pada fasilitas yang tidak termanfaatkan.

Menurutnya, keberhasilan koperasi desa sangat bergantung pada manajemen profesional serta strategi usaha yang tepat sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi perekonomian desa.

Reporter: Alus

RELATED ARTICLES
bank jatim
- Advertisment -

Terbaru