Ini Alasan Penumpang Sebaiknya Tak Lepas Alas Kaki di Pesawat
Jakarta, Nawacita | Pramugari mengungkapkan alasan kenapa penumpang sebaiknya tidak melepas alas kaki di pesawat. Selain menjaga kebersihan, tindakan itu juga berguna saat keadaan darurat.
Saat melakukan penerbangan dengan pesawat, tidak sedikit traveler yang lebih nyaman melepas sepatu atau alas kaki, terutama saat penerbangan jarak jauh.
Tapi traveler, tindakan itu ternyata tidak direkomendasikan oleh para awak pesawat karena dipandang memiliki sejumlah risiko yang sering kali luput dari perhatian.
Melansir Travel+Leisure, Selasa (24/2/2026), seorang mantan pramugari dan pemilik Adventuresque Travel Boutique, Natalia Yepes, menjelaskan ada alasan kebersihan di dalam kabin serta kesehatan dan keselamatan penumpang itu sendiri.
“Ada pertimbangan higienis. Bayangkan ada berapa ratus orang yang duduk dan menaiki pesawat tersebut. Petugas kebersihan hanya punya waktu 10 menit untuk bersih-bersih. Mereka tidak akan fokus pada kuman tetapi hanya menjaga pesawat tetap terlihat bersih secara estetika,” kata Yepes.
Baca Juga: Sering Dianggap Sepele, Ini Alasan Penumpang Tak Boleh Sembarangan Pindah Kursi Pesawat
Menurutnya petugas kebersihan hanya membersihkan kabin dari serpihan besar dan remah-remah, sementara lantai kabin tidak dibersihkan hingga benar-benar steril di setiap rute penerbangan. Artinya, lantai bawah kursi atau di lorong bisa saja dipenuhi kuman yang tidak terlihat oleh mata.
Pernyataan serupa disampaikan oleh penasihat perjalanan dan mantan pegawai maskapai penerbangan, Kerwin McKenzie. Dia mengatakan bahwa area paling berbahaya saat melepas alas kaki di pesawat adalah toilet.
Dia menjelaskan bahwa kondisi lantai toilet sangat tidak higienis, bahkan mungkin lebih buruk dari yang dibayangkan. Melangkah tanpa sepatu dan memasukkan kaki kembali ke dalam sepatu setelahnya bisa membawa pulang kuman-kuman tersebut sampai ke rumah.
“Saya pernah bekerja di landasan dan membersihkan toilet pesawat. Toilet itu menjijikkan. Penumpang tidak boleh sekali pun masuk ke toilet pesawat tanpa alas kaki, dan yang terburuk adalah ketika memasukkan kaki ke dalam sepatu saat turun pesawat, penumpang bisa saja membawa pulang kuman bersama mereka,” kata dia.
McKenzie juga mengimbau penumpang untuk membersihkan tangan saat keluar dari toilet atau setelah memegang sejumlah area di dalam toilet seperti gagang pintu, bidet toilet, watafel, dll. Hal ini bertujuan untuk membersihkan tangan dari kuman yang kemungkinan menempel setelah menyentuh area-area tersebut.
Baca Juga: Alasan Lampu Kabin Pesawat Diredupkan saat Takeoff dan Landing
Yepes dan McKenzie sependapat bahwa area bawah kursi dan lantai pesawat mengandung kuman karena sering luput dari pembersihan pesawat.
Selain alasan kebersihan, membuka alas kaki di pesawat juga bisa dianggap tidak sopan oleh penumpang lain, terutama jika menimbulkan bau atau membuat orang di sekitar merasa tidak nyaman.
“Hal itu (membuka alas kaki) mungkin bisa membuat orang lain merasa tidak nyaman, terlebih jika meninggalkan bau yang mengganggu,” kata Yepes.
Dia juga mengatakan bahwa dalam situasi darurat, seperti evakuasi cepat, penumpang yang melepas sepatu atau alas kaki sering menjadi hambatan. Selain itu, kaki tanpa alas kaki rentang terluka jika harus melintasi reruntuhan atau permukaan yang kasar.
“Jika terjadi keadaan darurat dan penumpang tiba-tiba harus dievakuasi, sebaiknya bersiaplah untuk memakai alas kaki,” kata dia. dtk


