Monday, February 23, 2026

Tekan Pengangguran Anak Muda, DPRD Surabaya Gulirkan Program Intervensi Gen Z di Tiap RW

Tekan Pengangguran Anak Muda, DPRD Surabaya Gulirkan Program Intervensi Gen Z di Tiap RW

SURABAYA, Nawacita – Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menyampaikan bahwa pemerintah kota memiliki program intervensi khusus bagi generasi muda untuk menekan angka pengangguran terbuka di Kota Surabaya.

Menurut Yona, program tersebut disosialisasikan kepada masyarakat dalam setiap kegiatan reses. Program ini bertujuan membantu anak muda, khususnya Generasi Z (Gen Z), agar mampu menciptakan lapangan kerja mandiri.

“Kebetulan di setiap kesempatan reses kami sampaikan dan sosialisasikan kepada warga bahwa pemerintah kota punya program luar biasa untuk anak-anak muda agar terkoreksi atau berkurang angka pengangguran terbuka dengan program intervensi Gen Z,” ujar Yona, Senin (23/2/2026).

- Advertisement -

Yona menjelaskan, Komisi A DPRD Surabaya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp47 miliar melalui APBD yang nantinya didistribusikan ke seluruh Rukun Warga (RW) di Kota Surabaya. Setiap RW diperkirakan menerima sekitar Rp35 juta.

Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Perbaikan Data Sosial Nasional Usai Banyak PBI Dinonaktifkan

Ia menegaskan bahwa dana tersebut bukan bantuan operasional RW, melainkan dialokasikan khusus untuk pengembangan potensi anak muda.

“Anggaran ini memang dialokasikan khusus untuk anak-anak Gen Z kita, agar tercipta lapangan kerja mandiri,” katanya.

Yona menekankan kepada lurah dan camat agar selektif dalam menerima proposal kegiatan. Ia meminta agar program yang diajukan tidak bersifat instan atau seremonial, melainkan berkelanjutan dan memiliki dampak ekonomi nyata.

Beberapa contoh program yang dapat dikembangkan antara lain urban farming, kegiatan berbasis teknologi informasi (IT), hingga budidaya perikanan air tawar.

“Jangan sekadar menerima proposal yang konteksnya instan dan seremonial, tapi harus sustainable,” tegasnya.

Untuk memastikan efektivitas penggunaan anggaran, Yona meminta pihak kelurahan melakukan uji coba atau trial and error sebelum program dijalankan secara luas. Hal ini dilakukan agar anggaran tidak terbuang sia-sia.

Menurut Yona, kontrol penggunaan anggaran berada di tingkat kelurahan sehingga pemerintah setempat memiliki peran penting dalam memastikan program berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi generasi muda.

Ia mencontohkan, jika ada rencana budidaya lobster air tawar atau lele, maka kelurahan harus melakukan sampling terlebih dahulu untuk mengukur tingkat keberhasilan, termasuk persentase kematian dan potensi keuntungan saat masa panen.

“Kelurahan harus melakukan trial and error dulu agar anggaran ini tidak muspro (sia-sia), benar-benar tepat sasaran dan tidak hilang percuma,” pungkasnya.

Reporter : Rovallgio

RELATED ARTICLES
bank jatim
- Advertisment -

Terbaru