Monday, February 23, 2026

Pengertian Iftar dan Takjil: Keutamaan, Hukum serta Perbedaannya

Pengertian Iftar dan Takjil: Keutamaan, Hukum serta Perbedaannya

JAKARTA, Nawacita – Pengertian Iftar dan Takjil, Biasanya pada sore hari umat muslim di Indonesia sibuk melakukan aktivitas persiapan buka Puasa Ramadan. Mulai dari memasak hingga menikmati sore atau ngabuburit sambil membeli takjil atau makanan untuk buka puasa.

Namun ada istilah lain yang serupa takjil tapi berbeda pengertian. Iftar dan takjil adalah dua istilah yang sering dikaitkan dengan bulan Ramadan dan praktik puasa. Dua istilah ini serupa tapi tak sama.

Dirangkum dari berbagai sumber, Iftar adalah waktu berbuka puasa saat kumandang adzan maghrib tiba. Sementara takjil adalah hidangan ringan atau minuman ringan yang disajikan sebelum berbuka puasa.

- Advertisement -

Iftar biasanya dilakukan ketika matahari terbenam dan waktu maghrib telah tiba. Iftar sebagai penanda akhir waktu puasa harian. Iftar biasanya dilakukan dengan menyantap hidangan utama, seperti nasi, daging, sayuran, dan buah-buahan.

Sedangkan takjil adalah makanan atau minuman yang disajikan saat waktu berbuka puasa. Menyantap takjil untuk membantu memulihkan energi tubuh dan nutrisi yang hilang serta menghilangkan rasa haus dan lapar.

Takjil biasanya berupa hidangan ringan atau minuman manis, seperti kurma, air zamzam, air kelapa, kolak, atau es buah. Kata takjil berasal dari bahasa Arab takjil yang artinya adalah mengurangi rasa haus.

Kata ini sering digunakan untuk merujuk pada makanan atau minuman ringan. Takjil dikonsumsi pada saat berbuka puasa untuk membatalkan rasa lapar dan dahaga setelah seharian berpuasa. Sedangkan kata iftar juga berasal dari bahasa Arab yang berarti membuka.

Baca Juga: Pengertian Malam Lailatul Qadar, Tanda-tanda, Doa serta Keutamaannya

Kata ini sering digunakan untuk merujuk pada waktu ketika umat Muslim mengakhiri puasa di bulan Ramadan dengan makan dan minum setelah terdengar adzan Maghrib. Iftar juga merujuk pada makanan atau hidangan yang disajikan untuk berbuka puasa.

Pengertian Iftar

Iftar adalah kata yang berasal dari bahasa Arab dan memiliki arti berbuka puasa. Kata ini diserap ke dalam bahasa Indonesia dan tercatat di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Secara etimologis, iftar berasal dari kata afṭara yaitu berbuka puasa dan faṭara yang artinya membatalkan puasa. Dengan demikian, iftar adalah momen berbuka puasa yang menandai berakhirnya waktu puasa dan dimulainya waktu berbuka.

Pengertian Iftar dan Takjil
Pengertian Iftar dan Takjil: Keutamaan, Hukum serta Perbedaannya.

Iftar juga dapat diartikan sebagai jamuan makan yang dilakukan umat Muslim saat berbuka puasa, idealnya saat matahari terbenam atau azan Magrib. Di Indonesia, iftar sering menjadi momen untuk berkumpul bersama keluarga atau reuni dengan teman-teman.

Keutamaan Iftar

Dalam Islam, tidak ada ketentuan khusus mengenai menu iftar. Namun, Rasulullah SAW menganjurkan untuk berbuka puasa dengan air putih dan kurma dalam jumlah ganjil.

Keutamaan iftar adalah bahwa Allah SWT akan memberikan kebaikan bagi hamba-Nya.

Hal ini sesuai dengan sunah berbuka puasa yang merupakan anjuran Rasulullah SAW, yaitu: “Senantiasa manusia di dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka” (HR. Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu, sangat penting untuk segera melaksanakan iftar ketika waktunya telah tiba. Allah SWT tidak menyukai hamba-Nya yang menunda-nunda atau tergesa-gesa dalam berbuka puasa.

Adab Iftar sesuai Sunah

Berbuka puasa memiliki adab yang dianjurkan dalam Islam. Berikut adalah beberapa adab-adabnya:

  • Menyegerakan berbuka: Disunnahkan untuk segera berbuka saat waktunya tiba, seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW.
  • Membaca doa buka puasa: Setelah berbuka, dianjurkan membaca doa sebagai ungkapan syukur dan permohonan ampunan.
  • Membaca bismillah: Sebelum makan atau minum, biasakan membaca Bismillah sebagai pengingat bahwa rezeki berasal dari Allah SWT.
  • Mengutamakan hidangan berbuka menurut sunah: Mulailah berbuka dengan makanan yang lezat dan bergizi, seperti kurma segar atau air putih mengikuti sunah Rasulullah SAW.
  • Menunaikan Salat Magrib: Setelah berbuka, segera tunaikan solat Magrib agar puasa menjadi sempurna.
  • Menghindari berbuka puasa secara berlebihan: Hindari makan dan minum berlebihan saat berbuka sebagai bentuk syukur.
  • Memberikan hidangan kepada orang lain yang puasa: Berbagi rezeki dengan memberikan hidangan kepada orang lain yang berpuasa adalah adab yang mulia.

Hukum Iftar

Ulama Syafi’iyah mengklasifikasikan hukum iftar Ramadhan menjadi empat, yaitu:

1. Wajib

Wanita yang sedang dalam masa haid atau nifas diwajibkan untuk berbuka puasa Ramadhan. Hal ini karena dalam kondisi tersebut, mereka tidak diperbolehkan untuk berpuasa.

2. Jaiz

Iftar Ramadhan diperbolehkan bagi orang-orang yang berada dalam kondisi tertentu, seperti musafir yang melakukan perjalanan jauh sebelum fajar, melewati batas desa, orang sakit, wanita hamil, serta orang tua, mereka yang lemah, serta tidak mampu berpuasa.

3. Tidak Wajib dan Tidak Jaiz

Orang dengan gangguan mental atau kehilangan akal tidak dikenakan hukum iftar. Mereka tidak termasuk dalam kategori yang wajib maupun diperbolehkan untuk berbuka puasa.

4. Haram

Iftar Ramadhan menjadi haram hukumnya apabila seseorang membatalkan puasanya tanpa alasan yang dibenarkan secara syariat. Misalnya, seseorang yang masih memiliki utang puasa Ramadhan dan belum sempat mengqadanya, maka ia tidak diperbolehkan untuk membatalkan puasanya di hari lain.

Pengertian Takjil

Takjil umumnya dipahami oleh kebanyakan orang sebagai camilan (biasanya kurma) atau jajanan manis lainnya untuk segera membatalkan puasanya. Kata takjil, apabila ditelusuri dalam bentuk kata kerja telah (fi’il madhi) dan kata kerja sedangnya (fi’il mudhari’) adalah ‘ajjala yu’ajjilu. Sedangkan arti fi’il madhi-nya apabila diambil dari arti kata ‘ajila ya’jalu salah satunya adalah asra’a yang artinya bersegera (Kamus Al-Munawwir hal.:90).

Jika diartikan dalam bahasa Indonesia maka artinya adalah penyegeraan. Berkaitan dengan bulan puasa, takjil ini bertujuan untuk penyegeraan berbuka puasa. Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, kurma merupakan makanan untuk berbuka saat itu, sehingga terjadi perubahan pemahaman seolah-olah takjil sama dengan kurma.

Terlebih saat ini terdapat berbagai macam makanan ringan untuk berbuka, kata takjil diartikan seperti halnya makanan ringan. Padahal, berdasarkan penjelasan sebelumnya kata takjil berarti menyegerakan berbuka puasa. Artinya kita dapat berbuka dengan sebutir kurma, sepotong kue, semangkuk kolak, bahkan dengan seteguk air.

Dalam kitab Shahih Bukhari, terdapat sebuah hadis yang menyatakan terkait dengan anjuran berbuka puasa di awal waktu. Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: “Seseorang yang senantiasa berada di dalam kebaikan adalah mereka yang menyegerakan waktu berbuka puasanya”. Makna takjil menurut ilmu bahasa arab ialah “penyegeraan, bersegera, percepatan”, sebuah kata dasar dari ajjala, yu’ajjilu artinya : menyegerakan, mempercepat. Ta’jilul fitri = menyegerakan berbuka (puasa). Terlihat di sini bahwa makna takjil tidak ada hubungannya sama sekali dengan makanan (bukan kata objek/maful bih, tapi kata kerja/predikat/ fi’il amar).

Oleh karena itu, jelas bahwa sunnah takjil yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah sunnah untuk menyegerakan dalam berbuka puasa. Kurma, sepotong kue ataupun makanan ringan lainnya ialah makanan untuk takjil, bukan takjil. Dapat disimpulkan bahwa takjil ialah kata kerja, bukan kata benda yang artinya makanan untuk berbuka puasa. Jadi maksud dari takjil ialah penyegeraan pembatalan puasa dengan makanan pembuka atau makanan ringan.

Perbedaan Iftar dan Takjil

Meski sering disamakan, iftar dan takjil memiliki makna dan arti yang berbeda. Iftar berarti berbuka puasa, sedangkan takjil berarti menyegerakan berbuka.

Dalam bahasa Arab, takjil berasal dari ta’jīl yang berarti penyegeraan. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini digunakan sebagai verba (menyegerakan berbuka) dan nomina (makanan untuk berbuka).

Singkatnya, iftar adalah berbuka puasa, sedangkan takjil berarti menyegerakan berbuka puasa atau makanan yang disajikan untuk berbuka.

sbtpgdlp6nws.

RELATED ARTICLES
bank jatim
- Advertisment -

Terbaru