Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan, Bupati Bojonegoro: Bukan hanya Capaian Tapi Juga Ruang Evaluasi
Bojonegoro, Nawacita – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa langkah yang ditempuh selama ini bukan perkara mudah dan bukan pula sesuatu yang susah. Ia menyebut, tahun pertama pemerintahannya difokuskan untuk meletakkan arah pembangunan sesuai visi, misi, serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Yang kami lakukan selama satu tahun ini bukan sesuatu yang terlalu gampang atau susah. Kami berusaha meletakkan arah terlebih dahulu di tahun pertama sesuai visi misi dan RPJMD,” ujarnya.
Menurutnya, tahun pertama lebih diarahkan pada pembangunan sistem pemerintahan yang kuat sebagai fondasi pelayanan kepada masyarakat. Penataan sistem ini dinilai penting agar seluruh program dan kebijakan ke depan berjalan lebih terstruktur dan berdampak nyata.
Bupati Setyo Wahono juga menekankan bahwa refleksi satu tahun kepemimpinan bukan hanya soal capaian, tetapi juga menjadi ruang evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kinerja.
Ia mengungkapkan, ada dua hal utama yang dibangun pada fase awal kepemimpinannya, yakni komunikasi dan perubahan mindset. Dari sisi komunikasi, ia mendorong terbangunnya jejaring kerja yang solid antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dengan mengedepankan sikap saling menghormati dan kolaboratif.
Baca Juga: Bupati Bojonegoro Resmi Buka Bazar Ramadhan Bahagia, Dorong Pertumbuhan dan Penguatan UMKM
Sementara dari sisi pola pikir, ia menilai seluruh pimpinan dinas memiliki kapasitas dan kecerdasan yang mumpuni. Namun, budaya kerja yang terlalu berorientasi pada doktrin komando perlu diubah. Untuk itu, ia mulai mendorong lahirnya inovasi di setiap lini pemerintahan.
“Kami yakin semua pimpinan di dinas itu pintar. Tapi jangan hanya doktrin komando. Kami dorong untuk berani berinovasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kepemimpinan yang kuat adalah kepemimpinan yang mau mendengar dan mau belajar. Sikap terbuka terhadap berbagai isu dan tantangan menjadi kunci dalam menghadirkan kebijakan yang tepat sasaran.
Bupati juga menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan seluruh elemen masyarakat selama satu tahun kepemimpinannya. Ia berharap kebersamaan, kedamaian, dan kenyamanan di Kabupaten Bojonegoro terus terjaga agar pembangunan dapat berjalan maksimal.
“Terima kasih atas doa dan dukungannya sehingga kami bisa berdiri di sini. Mohon doa dan dukungan terus, dengan kedamaian dan kenyamanan pasti kita bisa maju,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Nurul Azizah menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada Bupati Setyo Wahono yang dinilainya selalu memberikan arah kebijakan secara makro dan strategis.
Ia menegaskan, seluruh langkah dan kebijakan yang dijalankannya sebagai wakil bupati tetap berada dalam koordinasi dan seizin bupati.
Baca Juga: Bupati Setyo Wahono inisiasi Bersih-bersih Lingkungan, Bangkitkan Budaya Kerja Bakti di Bojonegoro
“Saya bangga kepada Bupati Setyo Wahono yang selalu memberikan kebijakan secara makro. Apa yang saya lakukan semuanya atas seizin Bupati,” ujarnya.
Selain itu, Wabup Nurul Azizah juga tentang kondisi Kabupaten Bojonegoro, yang mana tahun 2026 ini pagu belanja APBD Rp6,49 triliun. Mengalami penurunan dari tahun sebelumnya Rp8,20 triliun. Bahkan di tahun 2027 mendatang bisa turun lagi menjadi sekitar 5 triliun.
“Jika ada yang bilang 8 triliun itu tidak benar, semakin tahun semakin berkurang, lifting migas turun, dana transfer dari pusat juga berkurang. Ini menjadi tantangan bagi kita ke depan,” imbuhnya.
Refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Setyo Wahono dan Wabup Nurul Azizah digelar di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, Jumat (20/2/2026) sore hingga waktu buka puasa. Dalam kegiatan tersebut dihadiri Forkopimda, tokoh masyarakat, Kepala OPD, Camat, organisasi masyarakat, dan media.
Dalam 1 tahun kepemimpinannya, bupati dan wabup mewujudkan komitmennya untuk membawa Bojonegoro lebih bahagia, makmur dan membanggakan melalui lima fokus utama pembangunan daerah, yakni Penurunan Angka Kemiskinan, Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Penguatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan, Pengurangan Angka Pengangguran, dan Peningkatan Konektivitas Wilayah.
Reporter: Parto Sasmito


