Friday, February 20, 2026

Viral Bule Prancis Ngamuk Bawa Sajam Gegara Terganggu Suara Orang Mengaji

Viral Bule Prancis Ngamuk Bawa Sajam Terganggu Suara Orang Mengaji di Gili Trawangan

JAKARTA, Nawacita – Viral Bule Prancis Ngamuk Bawa Sajam, Tindakan intoleransi dan perusakan tempat ibadah memicu ketegangan di kawasan wisata Gili Trawangan, Lombok Utara. Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Prancis bernama Miranda Lee mengamuk di sebuah musala warga karena mengaku terganggu dengan suara lantunan tadarus Alquran pada Kamis malam (19/2/2026).

Sebuah video memperlihatkan seorang perempuan warga negara asing (WNA) mengamuk di kawasan Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi saat warga menjalankan tadarusan pada malam pertama Ramadan.

Dalam rekaman yang beredar, perempuan tersebut tampak berteriak di depan musala ketika warga tengah mengaji menggunakan pengeras suara. Kepala Dusun Gili Trawangan, Muhammad Husni, menjelaskan bahwa WNA itu merasa terusik dengan suara tadarusan yang diperdengarkan melalui speaker.

- Advertisement -

“Yang dia permasalahkan itu kegiatan tadarusannya, karena dia terganggu oleh suara speaker itu,” kata Husni, dikutip Jumat (20/2/2026).

Baca Juga: Viral Fajar Sadboy Diludahi Indra Frimawan Gegara Jokes Sepele, Begini Kronologinya

Tak berhenti di situ, Husni menuturkan perempuan tersebut sempat masuk ke dalam musala dengan maksud menghentikan kegiatan mengaji. Di dalam, ia meluapkan kemarahan dan merusak mikrofon yang dipakai warga.

“Akhirnya dia datang ke musala, kemudian langsung marah-marah dan ngerusak mikrofon segala macam,” tuturnya.

Insiden itu memicu ketegangan antara perempuan tersebut dan warga setempat. Adu mulut pun terjadi hingga berujung kontak fisik. Seorang warga dilaporkan mengalami luka cakaran, bahkan salah satu tokoh musala sempat terjatuh saat keributan berlangsung.

“Bahkan ada salah satu warga itu luka. Dia cakar orang, karena saling bela diri kan. Bahkan salah satu tokoh di musala itu sampai jatuh dibuat,” kata Husni.

Usai kejadian, WNA tersebut kembali ke vila tempatnya menginap yang lokasinya sekitar 50 meter dari musala. Husni juga menyebut perempuan itu sempat membawa ponsel milik salah seorang warga tanpa penjelasan yang jelas.

Langgar Aturan Desa serta Ancam Warga Pakai Parang

Husni menyayangkan aksi Miranda, mengingat WNA tersebut sudah lama menetap di Gili Trawangan dan memiliki properti di sana (Villa Ottalia). Seharusnya, ia memahami kearifan lokal dan aturan yang disepakati selama bulan puasa.

Berdasarkan aturan desa, penggunaan pengeras suara luar musala untuk tadarus masih diperbolehkan hingga pukul 24.00 Wita. Setelah batas waktu tersebut, barulah jamaah diwajibkan menggunakan pengeras suara dalam. Aturan batas waktu ini juga berlaku ketat bagi kafe-kafe yang menggelar acara.

Situasi malam itu sempat memanas ketika warga mendesak Miranda untuk keluar dari musala. Bukannya mereda, ia malah merampas telepon seluler (handphone) milik salah satu warga dan kabur menuju vilanya.

Ketika warga berupaya mengambil kembali perangkat tersebut, WNA Prancis itu justru keluar membawa senjata tajam. “Saat warga mau mengambil handphone-nya, WNA ini justru melawan menggunakan parang,” ungkap Husni.

Bahkan, saat aparat kepolisian tiba di lokasi untuk meredam situasi, WNA tersebut dilaporkan sempat mengejar petugas menggunakan parang yang dibawanya.

Menanggapi insiden yang viral di media sosial ini, Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, memastikan pihaknya telah turun tangan. Pihak kepolisian saat ini terus memantau pergerakan terduga pelaku untuk mencegah konflik susulan.

“Masih kita monitor dan kita pantau yang bersangkutan untuk menjaga Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) tetap kondusif,” tegas AKBP Agus.

inhnws.

RELATED ARTICLES
bank jatim
- Advertisment -

Terbaru