Saturday, February 14, 2026

Usulan Pembangunan SMA Negeri Baru di Surabaya Terkendala Lahan dan Anggaran

Usulan Pembangunan SMA Negeri Baru di Surabaya Terkendala Lahan dan Anggaran

Surabaya, Nawacita | Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Gerindra, Cahyo Harjo Prakoso, mengusulkan pembangunan sekolah menengah atas (SMA) negeri baru di Surabaya. Namun, rencana tersebut dinilai masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan lahan dan kondisi fiskal daerah.

Cahyo menyampaikan bahwa usulan pembangunan SMA negeri telah diajukan kepada pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur serta telah dikoordinasikan dengan pemerintah kota.

“Saya sempat mengusulkan kepada pemerintah provinsi, kepada Dinas Pendidikan bahwa sudah berkoordinasi juga dengan Pemkot untuk membangun sekolah SMA Negeri baru,” ujar Cahyo.

- Advertisement -

Ia menjelaskan, keterbatasan lahan milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Surabaya menjadi salah satu hambatan utama. Lahan yang tersedia dinilai belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pembangunan sekolah baru.

“Memang ada banyak pertimbangan, misalkan lahan milik Pemprov ini tidak banyak di Surabaya dengan luasan yang dibutuhkan,” jelasnya.

Baca Juga: Cahyo Harjo Prakoso Minta RS Layani Peserta BPJS PBI Tanpa Penolakan

Menurutnya, penggunaan lahan milik pemerintah kota dapat menjadi solusi, namun diperlukan regulasi yang mampu mengakomodasi kerja sama tersebut. Selain itu, pembangunan SMA negeri membutuhkan biaya besar, termasuk penyediaan sarana dan prasarana pendukung.

Cahyo menambahkan, kondisi keuangan daerah yang mengalami penurunan fiskal serta berkurangnya anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) menjadi faktor lain yang harus diperhitungkan. Karena itu, pembangunan SMA negeri pada tahun ini dinilai sulit untuk direalisasikan.

“Maka saya rasa pembangunan SMA negeri untuk tahun ini merupakan hal yang sangat sulit,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan pentingnya keberlanjutan program bantuan pendidikan, termasuk program beasiswa dan Bantuan Penyelenggaraan Operasional Pendidikan (BPOPP) bagi sekolah swasta. Menurutnya, kuota penerima bantuan dan besaran anggaran harus terus ditingkatkan seiring pertumbuhan jumlah penduduk.

Baca Juga: Cahyo Harjo Serap Aspirasi Warga Margorejo, Soroti Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial

Selain itu, pihaknya juga mengusulkan penambahan kursi dan kapasitas penerimaan siswa di SMA yang sudah ada di Surabaya dengan tetap mempertimbangkan keberlangsungan sekolah swasta.

Cahyo menilai sekolah swasta memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan tidak boleh diabaikan. Pemerintah provinsi diharapkan dapat memberikan jaminan agar sekolah swasta mampu bertahan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan.

Ia juga menyoroti masih adanya kesenjangan kualitas antara sekolah swasta berbiaya tinggi dan sekolah dengan biaya lebih terjangkau. Karena itu, diperlukan kebijakan untuk menekan biaya pendidikan di sekolah berkualitas serta meningkatkan mutu sekolah dengan biaya lebih rendah.

“Tidak boleh ada lagi disparitas kualitas pendidikan anak-anak kita maupun infrastruktur sekolah yang ada di Surabaya. Karena kalau membangun semua SMA negeri tidak akan cukup anggarannya, maka bagaimana sekolah swasta bisa lebih terjangkau dengan kualitas yang meningkat,” pungkasnya.

Reporter : Rovallgio

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Terbaru