Saturday, February 14, 2026

Eptilu Garut Tunjukkan Transformasi Pertanian Modern Berbasis Koperasi dan Agrowisata

Eptilu Garut Tunjukkan Transformasi Pertanian Modern Berbasis Koperasi dan Agrowisata

Garut, Nawacita  – Upaya pengembangan pertanian modern berbasis kolaborasi kembali ditunjukkan melalui kunjungan media yang difasilitasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur ke kawasan agrowisata Eptilu di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana pengelolaan hortikultura berbasis koperasi mampu mendorong nilai tambah pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui sektor wisata edukasi.

Eptilu yang berdiri sejak 2013 berkembang sebagai kawasan agribisnis terpadu di dataran tinggi Cikajang. Berlokasi di Desa Mekarsari, kawasan ini memanfaatkan kondisi geografis pegunungan yang sejuk untuk membudidayakan berbagai komoditas hortikultura, terutama jeruk dan lemon.

- Advertisement -

Pengelola Eptilu, Rizal Fahreza, menjelaskan bahwa konsep pengembangan usaha yang diterapkan mengintegrasikan proses produksi hingga pemasaran dalam satu sistem manajemen terpadu. Model tersebut memungkinkan pengawasan kualitas produk sejak tahap budidaya hingga sampai ke konsumen.

“Kami berupaya memastikan hasil panen memiliki standar yang sama sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani,” ujarnya saat berdialog bersama rombongan media.

Saat ini, lahan hortikultura yang dikelola mencapai lebih dari 75 hektare dengan komoditas utama meliputi jeruk, cabai, tomat, dan sayuran dataran tinggi lainnya. Pengelolaan dilakukan melalui koperasi produsen yang menghimpun puluhan anggota aktif serta ratusan petani binaan, mayoritas berasal dari kalangan generasi muda.

Selain fokus pada produksi, Eptilu juga mengembangkan konsep agrowisata edukatif. Pengunjung dapat mengikuti aktivitas petik buah langsung di kebun serta mengenal proses budidaya hortikultura secara praktis. Kehadiran fasilitas restoran di area kebun turut memperkuat konsep “farm to table”, yakni penyajian makanan berbahan baku hasil panen sendiri.

Untuk menjaga keberlanjutan usaha, pengelola melakukan diversifikasi produk melalui pengolahan hasil pertanian menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti makanan olahan berbasis buah dan produk turunan cabai. Strategi ini dinilai efektif dalam menjaga stabilitas pendapatan petani ketika produksi melimpah.

Di sisi lain, penerapan teknologi digital mulai diadopsi dalam pengelolaan kebun, termasuk pencatatan produksi dan perencanaan distribusi berbasis data guna meningkatkan efisiensi operasional.

Bank Indonesia melalui program pengembangan klaster turut memberikan pendampingan kelembagaan, peningkatan kapasitas manajemen, serta dukungan promosi dan akses pasar. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat rantai pasok pangan sekaligus mendorong pelaku usaha pertanian naik kelas.

Melalui kunjungan ini, Eptilu diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik pengembangan agribisnis terpadu yang menggabungkan koperasi, inovasi teknologi, dan sektor pariwisata sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah. Deny

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Terbaru